Berita Populer: Tinggi Gunung Anak Krakatau Susut hingga China Impor Beras dari AS

Kompas.com - 31/12/2018, 05:07 WIB
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). KOMPAS/RIZA FATHONIAktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018).

1. Pasca-letusan, Tinggi Gunung Anak Krakatau Susut Jadi 110 Meter

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) mengonfirmasi terjadi penyusutan tinggi Gunung Anak Krakatau dari yang sebelumnya 338 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi hanya 110 mdpl.

Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Antonius Ratdomopurbo menjelaskan, susutnya ukuran Gunung Anak Krakatau terkonfirmasi setelah terjadi letusan pada Jumat (28/12/2018) tengah malam pukul 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dengan tinggi asap maksimum 200 meter hingga 3.000 meter.

Selanjutnya, pada pukul 14.18 WIB, asap letusan terlihat tidak berlanjut dan nampak tipe letusan surtseyan yang terjadi lantaran magma yang keluar dari kawah gunung bersentuhan dengan air laut.

Selengkapnya baca di sini

Baca juga: Ini Dugaan Penyebab Longsornya Gunung Anak Krakatau

2. China Beri Lampu Hijau untuk Beras Impor Amerika Serikat

Pemerintah China telah memberi lampu hijau untuk impor beras dari Amerika Serikat. Hal tersebut diumumkan oleh institusi kepabeanan setempat pada Jumat (28/12/2018) sebagai salah satu langkah dalam gencatan tarif antara Amerika Serikat dan China untuk mengurangi ketegangan perang dagang.

Beras impor asal AS yang telah melalui proses pemeriksaan dan karantina akan diizinkan untuk memasuki China.

Eksportir beras asal AS yang ingin memasuki pasar China harus sudah terdaftar pada Departemen Pertanian AS dan patuh pada peraturan perundang-undangan fitosanitasi (peraturan terkait kesehatan tumbuhan dari hama dan penyakit yang masuk dari luar negeri) Amerika Serikat dan China.

Selengkapnya baca di sini

Baca juga: Tiga Macam Transaksi Ilegal Pakai Mata Uang China di Bali  

3. Seputar Tunggakan yang Berujung Pencabutan Izin Frekuensi First Media

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X