Gaet Investor, AP II Lanjutkan Kemitraan Strategis Kelola Bandara Kualanamu

Kompas.com - 31/12/2018, 11:18 WIB
Penumpang berjalan menuju ruang tunggu Gate 8 di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/8/2016). Bandara Kualanamu adalah satu pintu masuk wisatawan menuju Danau Toba.KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Penumpang berjalan menuju ruang tunggu Gate 8 di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/8/2016). Bandara Kualanamu adalah satu pintu masuk wisatawan menuju Danau Toba.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) terus tindaklanjuti konsep kemitraan strategis untuk pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Hal ini seiring dengan penandatanganan nota kesepahaman strategic partnership pada Indonesia Investment Forum di Nusa Dua, Bali, Oktober lalu.

Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan, pihaknya menggandeng Danareksa Sekuritas sebagai mitra pendamping dalam proses penawaran kemitraan. Angkasa Pura II membuka kesempatan bagi calon investor yang berminat untuk bekerja sama dalam pengelolaan dan investasi bersama di Bandara Internasional Kualanamu.

"Periode September-Oktober 2018 menjadi momen awal bagi Angkasa Pura II untuk bergerak memperkenalkan bandara komesial terbesar keempat di Indonesia tersebut. Manajemen Angkasa Pura II melakukan kegiatan market sounding pada acara Global Airport Development (GAD) Forum di Singapura," kata Awaluddin dalam siaran persnya dikutip Kompas.com, Senin (31/12/2018).

Awaluddin menuturkan, setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan one on one meeting pada IMF World Forum di Bali bersama 12 calon mitra strategis berasal dari sejumlah negara Eropa dan Asia.

Baca juga: 23 Perusahaan Ingin Kerja Sama dengan AP II untuk Kelola Kualanamu

Sejak 8 Oktober lalu, Angkasa Pura II telah mengantongi izin dari Menteri BUMN terkait pembentukan anak perusahaan yang akan mengelola dan melakukan pengusahaan Bandara Internasional Kualanamu. Ini sebagai langkah cepat pelaksanaan implementasi kemitraan strategis tersebut.

“Langkah cepat telah kami lakukan dengan pembentukan anak perusahaan PT Angkasa Pura Aviasi yang akan fokus mengelola kemitraan strategis Bandara Internasional Kualanamu," sebut dia.

Adapun fase kemitraan strategis terbagi menjadi tiga, yaitu preparation and market sounding, bidding process, dan partner selection.

"Saat ini AP II telah menyelesaikan proses preparation and market evaluation dan sedang melakukan key term sheet evaluation untuk dilanjutkan ke fase selanjutnya,” ujarnya.

Proses key term sheet evaluation dilakukan untuk penyusunan dokumen Request For Proposal (RFP) agar dapat segera didistribusikan kepada calon mitra strategis. Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian proses uji tuntas dan proses implementasi transaksi yang ditargetkan pada pertengahan 2019 telah terpilih mitra pemenang.

Calon mitra strategis pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu tidak hanya berasal dari dalam negeri, namun juga berasal dari luar negeri. Hingga saat ini sudah terdapat 28 calon mitra strategis yang telah menyampaikan Letter of Intent (LOI) kepada Angkasa Pura II.

“Serangkaian proses administrasi sedang kami jalankan dan tentu dalam perjalanannya, kami juga telah memiliki persyaratan utama kepada calon mitra. Yang jelas harus mampu dan berpengalaman mengelola bandara serta menaikkan traffic, memiliki pengetahuan sisi operasional dan bisnis bandara, dan juga harus memiliki kemampuan untuk memberikan pendanaan dalam jangka panjang," katanya.

Saat ini kapasitas Bandara Kualanamu sekitar 8 juta penumpang per tahun. 

"Pada 2018 jumlah pergerakan penumpang di Kualanamu akan mencapai sekitar 10,5 juta penumpang dan sudah melewati dari kapasitas. Sehingga diperlukan pengembangan selanjutnya," sebut dia.

Ke depan lanjut Awaluddin, Bandara Kualanamu direncanakan akan menjadi bandara hub untuk penumpang dan kargo di wilayah Barat Indonesia dan dengan nilai investasi indikatif senilai 500 juta dolar AS.




Close Ads X