Selama 2018, Mayoritas Anggaran ESDM Dibelanjakan untuk Infrastruktur

Kompas.com - 02/01/2019, 07:10 WIB
Ilustrasi rupiah.THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDI Ilustrasi rupiah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi anggaran di kementerian tersebut mencapai 90 persen.

Mayoritas anggaran sepanjang 2018 dibelanjakan untuk infrastruktur atau program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat. Termasuk memberikan akses energi bagi masyarakat yang sebelumnya belum merasakan kehadiran energi sama sekali.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial, mengatakan, pelaksanaan anggaran Kementerian ESDM membaik secara kuantitas maupun kualitas. Sebanyak 54 persen anggaran Kementerian ESDM di 2018 dibelanjakan untuk belanja publik fisik untuk program yang menyasar langsung kepada rakyat kecil.

"Belanja untuk infrastruktur atau publik fisik sebesar 54 persen atau sekitar Rp 3,6 triliun untuk program dan kegiatan yang diperlukan masyarakat," ujar Ego dalam keterangan tertulis, Selasa (1/12/2018).

Pendanaan infrastruktur oleh Kementerian ESDM meliputi pembangunan jaringan gas kota, konversi minyak tanah ke LPG, konverter kit untuk nelayan kecil, Penerangan Jalan Umum (PJU), Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk masyarakat di daerah pelosok, serta sumur bor untuk daerah yang sulit air.

Anggaran tersebut juga diikuti capaian realisasi penyerapan yang semakin membaik.

"Dalam 10 tahun terakhir sejak 2009, baru kali ini penyerapan anggarannya telah mencapai diatas 87 persen dari total anggaran Rp 6,6 triliun," kata Ego.

Ego mengapresiasi seluruh unit kerja atas capaian-capaian strategis yang merupakan cerminan tata kelola dan transpasrasi. Kementerian ESDM meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi atas Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Kementerian ESDM yang mencapai 100 persen. Selain itu, Kementerian ESDM menjadi penghasil Penerimaan Negara Bukan Pajak terbesar sekaligus sebagai pengelola PNBP terbaik.

"Realisasi penyerapan anggaran sangat membaik, yang diprioritaskan untuk program-program untuk rakyat. Jadi, APBN yang dari rakyat, benar-benar kembali ke rakyat," kata Ego.




Close Ads X