Tahun Ini, Waskita Beton Precast Targetkan Laba Naik 10 Persen

Kompas.com - 02/01/2019, 09:31 WIB
Sejauh ini konstruksi jalur tol utama sepanjang 15,3 kilometer itu sudah rampung. Saat ini penyelesaian marka jalan dan penunjang lainnya masih tersisa sedikit.
Dok PT Suryamas Dutamakmur Sejauh ini konstruksi jalur tol utama sepanjang 15,3 kilometer itu sudah rampung. Saat ini penyelesaian marka jalan dan penunjang lainnya masih tersisa sedikit.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Beton Precast Tbk menargetkan laba naik 10 persen pada tahun 2019. Tidak hanya itu, perseroan pada tahun ini juga menargetkan pertumbuhan nilai kontrak baru.

"Pada 2019, WSBP menargetkan laba naik sekitar 10 persen dibandingkan 2018. Perusahaan juga menargetkan nilai kontrak baru 2019 sebesar Rp 10,39 triliun, baik dari proyek internal maupun eksternal,” kata Direktur Utama WSBP Jarot Subana dalam pernyataannya, Rabu (2/1/2019).

Pada Januari 2019, menurut dia, terdapat potensi nilai kontrak baru sekitar Rp 2 triliun. Kontrak tersebut berasal dari pekerjaan tambahan proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Cibitung-Cilincing, Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), dan proyek lainnya.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Waskita Beton Precast Catat Kontrak Baru Rp 6,51 Triliun

Adapun perseroan juga telah menerima pembayaran dari proyek turnkey jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sebesar Rp 1,6 triliun pada akhir 2018. Sebelumnya, pembayaran termin KBLM sudah terealisasi sebesar Rp 665 miliar, adapun sebesar Rp 250 miliar di antaranya merupakan pembayaran turnkey.

Dengan pembayaran tersebut, WSBP menutup akhir tahun 2018 dengan membukukan arus kas (cashflow) operasional sebesar Rp 1,1 triliun, dibandingkan 2017 yang minus Rp 2,4 triliun dan 2016 yang minus Rp 3 triliun.

"Pada 2018, arus kas dari operasional perusahaan surplus. Penerimaan termin yang sudah masuk mencapai Rp 9,8 triliun, lalu kami terima lagi sampai akhir 2018 sebesar Rp 1,6 triliun. Jadi, totalnya sekitar Rp 11,4 triliun,“ ungkap Direktur Keuangan WSBP Anton YT Nugroho.

Baca juga: Waskita Beton Precast Catat Arus Kas Operasional Rp 1,1 Triliun

WSBP telah menuntaskan proyek Tol Becakayu yang merupakan proyek turnkey pertama perseroan. Proyek turnkey memiliki margin yang lebih besar dibandingkan non-turnkey. Namun, sebagai kompensasi, kontraktor harus siap pendanaan sampai proyek selesai.

Saat ini, WSBP masih menyisakan proyek turnkey Cimanggis-Cibitung. Pembayaran termin untuk proyek ini akan terealisasi pada 2019 dengan pembayaran termin sebesar Rp 2,6 triliun.

Adapun hingga pertengahan Desember 2018, WSBP berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 6,51 triliun atau 99,2 persen dari target nilai kontrak baru sepanjang 2018 yang sebesar Rp 6,56 triliun.

Perolehan kontrak baru WSBP berasal dari proyek internal sebesar 63 persen, yaitu proyek jalan tol Cibitung-Cilincing dan proyek lainnya. Adapun proyek yang berasal dari eksternal sebesar 37 persen, antara lain proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai, Bandara Kulonprogo, Pelabuhan Pattimban, dan proyek lainnya.

 



Close Ads X