Perdagangan Perdana 2019, IHSG Bergerak Menguat Tipis

Kompas.com - 02/01/2019, 10:01 WIB
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution secara resmi membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal tahun 2019 pada Rabu, (2/1/2019).

Pada perdagangan awal tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) dibuka pada level 6.197,871, menguat tipis 3,372 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan perdagangan akhir tahun di level 6.194,499.

Pembukaan perdagangan awal tahun ini ditandai dengan pembunyian lonceng oleh Menko Darmin, yang juga disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara, serta Direktur Utama BEI Inarno Djajadi.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Darmin menyatakan optimismenya terhadap kondisi perekonomian Indonesia secara makro dan secara khusus kinerja pasar modal sepanjang 2019 meskipun akan dihadapkan pada kondisi-kondisi yang cukup sulit.

Darmin menjelaskam, optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Sebab, dia menilai Indonesia mampu melalui 2018 dengan baik ketika ketidak pastian tengah melanda pasar keuangan global, baik karena adanya perang dagang antara AS dan China, serta normalisasi kebijakan moneter di negara-negara maju.

"Ekonomi kita jelas menunjukkan daya tahannya terhadap gejolak yang terjadi di internasional. Lalu paralel dengan pasar modal. Saya kira itu modal yang cukup baik untuk kita untuk optimis," ujar Darmin.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi pun turut optimis terhadap kinerja pasar modal di sepanjang 2019 mendatang. Inarno menyatakan, dengan kinerja BEI sepanjang 2019, dengan 57 perusahaan yang berhasil melantai di bursa, serta investor yang melonjak hingga 1,6 juta pada 2018 lalu.

"Terjaganya keyakinan investasi dari kalangan investor, turut membantu peningkatan likuiditas perdagangan tahun 2018," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X