Jika Pemilu Lancar, Bos Mandiri Optimistis Likuiditas Perbankan Membaik

Kompas.com - 02/01/2019, 12:45 WIB
Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo. KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTODirektur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Optimisme terhadap kondisi perkonomian 2019 tampaknya berlaku untuk industri perbankan. Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, optimisme tersebut berlandaskan kinerja industri perbankan sepanjang 2018.

Kartika menjelaskan pula, apabila Pemilu 2019 bisa berjalan lancar, kondisi itu diharapkan mampu mendorong arus modal masuk kembali ke Indonesia. Sebab, dengan kembalinya aliran modal masuk, dapat membantu mengurangi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

Akhirnya, kondisi tersebut pun bisa memperbaiki likuditas perbankan yang saat ini sedikit mengetat.

"DI 2019 ini harapannya kalau nanti dari sisi politis lancar, tidak ada kendala, inflow bisa masuk ya. Begitu inflow mulai masuk, harapannya CAD kita bisa membaik, dan harapannya juga dana pihak ketiga (DPK) juga bisa meningkat, sehingga likuiditas yang selama ini agak ketat bisa membaik juga," jelas Kartika ketika ditemui awak media selepas acara pembukaan perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Baca juga: Perkuat Likuiditas Perbankan, BI Longgarkan Aturan GWM

Kartika menjelaskan, di tahun 2018 lalu, meski kondisi pasar keuangan cukup dinamis, industri perbankan mampu mempertahankan pertumbuhan kredit di kisaran 12-13 persen. Selain itu, rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) pun terjaga rendah.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terakhir, NPL nett dan gross tercatat masing-masing 2,67 persen dan 1,14 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut yang mendasari dirinya memandang optimis pertumbuhan industri perbankan di 2019.

"2019 kita cukup optimis ya, melihat kemarin 2018 walaupun tantangannya besar tapi kita lihat sampai akhir tahun, indikator perbankan maupun makro bisa kita kendalikan," ujar pria yang akrab disapa Tiko ini.

Baca juga: LPS: Bank Harus Pinter-pinter Atur Likuiditas

Walaupun demikian, Tiko menjelaskan, keringnya likuiditas masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi industri perbankan.

"Tahun ini 12 sampai 13 persen (pertumbuhan kredit), rasanya tidak akan meningkat jauh, tantangannya di likuiditas," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Nadin Amizah Rilis Album Mini | Ketika Isyana Sarasvati Kembali ke Khittah | 30 Tahun Album Smashing Pumpkins 'Gish'

[KURASI KOMPASIANA] Nadin Amizah Rilis Album Mini | Ketika Isyana Sarasvati Kembali ke Khittah | 30 Tahun Album Smashing Pumpkins "Gish"

Rilis
Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online dari Handphone

Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online dari Handphone

Work Smart
Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju

Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju

Whats New
Baru Capai 37 Persen, Luhut Minta Semua Pihak Fokus Kejar Target UMKM Go Digital

Baru Capai 37 Persen, Luhut Minta Semua Pihak Fokus Kejar Target UMKM Go Digital

Whats New
Tips Investasi Emas sebagai Diversifikasi Aset

Tips Investasi Emas sebagai Diversifikasi Aset

Earn Smart
Ini 3 Strategi agar Bisnis Bertahan Hadapi Perubahan Tren

Ini 3 Strategi agar Bisnis Bertahan Hadapi Perubahan Tren

Smartpreneur
Cara Mengikuti Lelang Online di lelang.go.id

Cara Mengikuti Lelang Online di lelang.go.id

Whats New
IHSG dalam Sepekan Merosot 1,41 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 7.108,5 Triliun

IHSG dalam Sepekan Merosot 1,41 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 7.108,5 Triliun

Whats New
UKM Ekspor Tempe ke Jepang, Mendag: Makanan Indonesia Makin Mendunia

UKM Ekspor Tempe ke Jepang, Mendag: Makanan Indonesia Makin Mendunia

Whats New
Indikasi Geografis: No Reputation, No Quality, No Price

Indikasi Geografis: No Reputation, No Quality, No Price

Whats New
Pendanaan Jadi PR Krusial Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, Apa Solusinya?

Pendanaan Jadi PR Krusial Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, Apa Solusinya?

Whats New
Manfaatkan Shopee, Mitraanda88 Wujudkan Mimpi Jangkau Pasar Mancanegara

Manfaatkan Shopee, Mitraanda88 Wujudkan Mimpi Jangkau Pasar Mancanegara

Smartpreneur
Asah 6 Skill Berikut agar Pelaku UMKM Mampu Bersaing di Ranah Digital

Asah 6 Skill Berikut agar Pelaku UMKM Mampu Bersaing di Ranah Digital

Whats New
Kisah Bittersweet by Najla, dari Hobi hingga Punya Banyak Reseller

Kisah Bittersweet by Najla, dari Hobi hingga Punya Banyak Reseller

Smartpreneur
Mengenal 5 Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Mengenal 5 Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X