Harga BBM dan Beras Punya Andil Besar terhadap Inflasi 2018

Kompas.com - 02/01/2019, 12:53 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAKepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi tahunan 2018 sebesar 3,13 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi 2017 sebesar 3,61 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ada komoditas yang memiliki andil besar dalam inflasi tahun ini. Komoditas yang paling besar menyumbang inflasi adalah bensin sebesar 0,26 persen.

"Di tahun 2018 inflasi paling besar disebabkan kenaikan bensin nonsubsidi karena kenaikan harga minyak," ujar Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Per 1 Juli 2018, pemerintah menaikkan harga beberapa jenis bahan bakar nonsubsidi. Harga Pertamax di Jakarta dari Rp 8.900 naik Rp 600 menjadi Rp 9.500. Sementara harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp 10.700 dari sebelumnya Rp 10.100.

Adapun harga Dexlite naik menjadi Rp 9.000 per liter, naik Rp 900 dari Rp 8.100 per liter. Pertamina Dex juga naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 10.500.

Namun, dibandingkan 2017, andil komoditas bensin terhadap inflasi lebih kecil yakni 0,18 persen. Sementara penyumbang inflasi tertinggi 2017 adalah tarif dasar listrik sebesar 0,81 persen.

Suhariyanto mengatakan, penyebab inflasi setipa tahunnya berbeda tergantung kebijakan yang diambil pemerintah saat itu.

"Tahun lalu ada kenaikan tarif dasar listrik. Tahun ini kenaikan tarif BBM nonsubsidi," kata Suhariyanto.

Selan bensin, penyumbang inflasi kedua terbesar tahun ini adalah harga beras dengan andil 0,13 persen. Meski begitu, andilnya terhadap inflasi masih rendah dibanding tahun 2017 sebesar 0,16 persen.

Komoditas berikutnya adalah rokok kretek filter dengan andil 0,13 persen, daging ayam ras sumbang 0,12 persen, dan ikan serta tarif angkutan udara sumbang inflasi masing-masing 0,1 persen.

Sementara jika dilihat dari segi kelompok pengeluaran, yang paling tinggi terjadi inflasi adalah makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 3,59 persen. Andil kelompok pengeluaran itu terhadap inflasi adalah 0,67 persen. Disusul dengan kelompok sandang dengan inflasi 3,59 persen dengan andil 0,23 terhadap inflasi.

Kelompok pengeluaran dengan inflasi terbesar ketiga adalah bahan makanan dengan andil tertinggi sebesar 0,68 persen terhadap inflasi.

"Data ini untuk introspeksi 2019 supaya lebih siap dan belajar dari apa yang terjadi," kata Suhariyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.