Defisit Anggaran dan Keseimbangan Primer 2018 Terkecil Sejak 2012

Kompas.com - 02/01/2019, 17:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara sebagai panelis di Forum Bloomberg New Economy Forum yang sedang berlangsung di Hotel Capella, Singapura, Rabu (7/11/2018)Bloomberg New Economy Forum Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara sebagai panelis di Forum Bloomberg New Economy Forum yang sedang berlangsung di Hotel Capella, Singapura, Rabu (7/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggaran negara 2018 belum lepas dari defisit, begitu pun dengan keseimbangan primer APBN. Hasil ini menambah panjang defisit di APBN.

Meski begitu, defisit anggaran dan keseimbangan primer APBN turun, bahkan angkanya menjadi yang terkecil sejak 2012.

" Defisit anggaran Rp 259,9 triliun atau 1,76 persen dari PDB (produk domestik bruto)," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Adapun defisit kesimbangan primer APBN 2018 tercatat sebesar Rp 1,8 triliun, atau turun 98,6 persen dibandingkan 2017 yang mencapai Rp 124,4 triliun.

Baca juga: Tanpa Perubahan, Defisit APBN 2018 Diyakini Pecahkan Rekor

Pada 2013, defisit anggaran mencapai Rp 153,3 triliun atau 1,86 persen dari PDB. Sedangkan defisit kesimbangan primer pada 2012 mencapai Rp 52,8 triliun.

Keseimbangan primer dapat diartikan sebagai selisih dari total pendapatan negara dikurangi berlanja negara di luar pembayaran bunga utang. Apabila total pendapatan negara lebih besar dibandingkan belanja negara di luar pembayaran bunga utang, maka keseimbangan primer akan positif.

Akan tetapi, apabila total pendapatan negara lebih kecil dibandingkan belanja negara di luar pembayaran bunga utang, maka keseimbangan primer akan negatif.

Baca juga: Capai Target, Penerimaan Negara Tahun 2018 Tembus Rp 1.942,3 Triliun

Sebelumnya, Sri Mulyani mengungkapan penerimaan negara pada 2018 mencapai Rp 1.942,3 triliun, naik 16,5 persen dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 1.666,4 triliun.

Sementara itu, belanja negara pada 2018 mencapai Rp 2.202,2 triliun, atau naik 9,7 persen dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 2.007,4 triliun.

"Ini capaian positif, kami optimis APBN ini bisa menjaga ekonomi Indonesia," kata Sri Mulyani.




Close Ads X