Bulog Klaim Berhasil Stabilkan Harga Pangan Selama 2018

Kompas.com - 03/01/2019, 11:45 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Selasa (31/7/2018).-KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum BULOG mengklaim berhasil menstabilkan harga bahan pokok selama 2018. Komoditas yang dianggap harganya stabil selama 2018, yakni beras umum ada di kisaran Rp 11.606/kg, gula pasir Rp 13.676/kg, daging sapi Rp 114.195/kg, dan jagung Rp 7.316/kg.

"Sesuai dengan penugasan pemerintah dan amanat UUD, Perum BULOG terus melakukan tugas-tugasnya demi mewujudkan kedaulatan pangan,” ujar Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/1/2019).

Budi menambahkan, sepanjang 2018 Perum BULOG telah melakukan pengadaan sebanyak 3,2 juta ton setara beras dan stok beras CBP di akhir tahun 2018 sebanyak 2,1 juta ton setara beras.

Ia menuturkan, penyaluran Bansos Rastra mencapai 1,2 juta ton dan pengelolaan CBP untuk Operasi Pasar sebanyak 544 ribu ton merupakan stabilisasi harga dengan jumlah terbesar selama sepuluh tahun terakhir.

Adapun CBP bencana alam sebanyak 6.953 ton digunakan untuk korban bencana alam di Palu Donggala (Sulawesi Tengah), dan Lombok (NTB).

Selain itu, stok akhir di tahun 2018 untuk komoditas lainnya yaitu gula pasir sebanyak 477 ribu ton, jagung 53 ribu ton, daging kerbau 5,8 ribu ton, minyak goreng 2,6 ribu kiloliter.

"Kami menyadari, bahwa keberhasilan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras dan pangan pokok lainnya di seluruh daerah akan tercipta bila dilakukan secara bersama dengan dukungan seluruh pihak, serta dilakukan dengan perhitungan yang matang dari aspek hulu hingga hilir," kata Budi.

Budi menjelaskan memasuki tahun 2019, BULOG memastikan ketahanan stok dapat terus terjaga dan Operasi Pasar terus dilakukan sehingga tidak perlu ada kekhawatiran di masyarakat dan gejolak harga di pasar, serta menjamin hasil panen petani dapat diserap sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X