Riset Buktikan, Millenial Adalah Perencana Keuangan Terbaik - Kompas.com

Riset Buktikan, Millenial Adalah Perencana Keuangan Terbaik

Kompas.com - 05/01/2019, 12:15 WIB
Ilustrasi milenial SHUTTERSTOCK Ilustrasi milenial

NEW YORK, KOMPAS.com - Sebuah riset menunjukkan, generasi millenial adalah perencana keuangan terbaik bila dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Riset tersebut bertajuk 2018 Modern Wealth Index yang dirilis oleh Schwab.

Dikutip dari NBC News, Sabtu (5/1/2019), di dalam riset tersebut dibuktikan bahwa 31 persen generasi millenial menuliskan rencana keuangan mereka. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan 20 persen generasi X dan 22 persen generasi baby boomers.

Tidak hanya itu, riset itu juga menyatakan bahwa generasi millenial juga memiliki nilai terbaik dalam hal menyusun tujuan hidup dan menabung.

Berangkat dari fakta tersebut, ada sejumlah kebiasaan generasi millenial yang akhirnya berpengaruh pada cara mereka mengelola keuangan. Berikut ini pemaparannya.

1. Generasi millenial gemar bertanya

Pandangan umum tentang generasi millenial adalah tidak takut bertanya. Holly Newman Kroft, managing director of wealth management di Neuberger Berman menyebut, kebiasaan ini membantu mereka pula dalam hal pengelolaan keuangan.

"Banyak millenial belum mengakumulasi aset dan masih sedikit berinvestasi. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan karena mau memastikan bahwa mereka melakukan hal yang benar," jelas Kroft.

Ia pun mengungkapkan, ketika Anda mengajukan banyak pertanyaan, tanpa kecuali pada diri sendiri, Anda akan memiliki lebih bayak pemahaman. Ini juga membantu Anda tidak panik ketika pasar sedang bergejolak.

"Orang-orang biasanya selalu takut pada hal-hal yang tidak mereka pahami," sebut Kroft.

2. Generasi millenial ikut dalam media sosial dan komunitas

Media sosial dan komunitas lainnya menggiring pada penyebaran ruang virtual maupun dunia nyata. Di ruang tersebut, setiap orang bisa saling mendukung dalam hal permasalahan, keputusan, hingga kesuksesan finansial.

"Saya menyebutnya kelompok dukungan, namun bentuknya seperti klub. Saya lihat orang-orang mendiskusikan apapun mulai dari pulang kerja sambil menyusui anak hingga menemukan perencana keuangan yang tepat. Orang-orang mencari komunitas untuk mengedukasi diri dan membagikan saran," terang Kroft.

Adapun CEO dan pendiri aplikasi perbankan Chime Chris Britt menutuekan, Instagram, Twitter, dan Facebook sangat mengubah cara orang-orang terhubung dalam topik penting.

"Jika Anda menemukan sesuatu yang membantu Anda, ada insting alami untuk membagikannya kepada orang lain," ungkap Britt.

3. Generasi millenial tidak percaya diri berlebihan

Kroft mengungkapkan, generasi millenial, yang masuk ke angkatan kerja mulai tahun 2008 silam, terbentuk untuk mempersiapkan investasi untuk beragam kebutuhan. Ini tidak terkecuali untuk mempersiapkan hal buruk sekalipun.

"Mereka menjalani kehidupan finansial untuk mempersiapkan diri terhadap hal buruk yang akan terjadi. Mereka tidak mengasumsikan tahu hal terbaik yang dilakukan tanpa banyak riset terlebih dahulu," jelas Kroft.

4. Generasi millenial kendalikan diri dengan kartu debit

Banyak millenial lebih memilih menggunakan kartu debit ketimbang kartu kredit karena satu alasan sederhana. Dengan kartu debit, kata Britt, mereka memiliki kendali.

Menurut laporan yang dirilis Visa, 28 persen millenial menggunakan kartu debit untuk mayoritas transaksi pembelian. Britt memandang, tren itu bisa saja terus berlangsung.

"Orang-orang tahu bahwa dengan kartu kredit, mereka akan pergi ke mall dan membeli hal yang seharusnya tak dibeli," sebut Britt.

Millenial pun mahir dalam menggunakan fitur otomasi atau autodebet untuk menabung atau investasi. Britt menyatakan, fitur ini memungkinkan mereka untuk "keluarkan uang dan lupakan."



Close Ads X