Kemenhub Usulkan Ada Bus Trans Java, Ini Komentar Organda - Kompas.com

Kemenhub Usulkan Ada Bus Trans Java, Ini Komentar Organda

Kompas.com - 06/01/2019, 19:08 WIB
Ilustrasi bus.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Ilustrasi bus.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan pengoperasian Bus Trans Java. Bus ini dapat beroperasi di sepanjang ruas Tol Trans Jawa.

Pengoperasian bus tersebut diharapkan dapat mengurangi kecenderungan masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi saat bepergian.

Terkait pengoperasian bus tersebut, DPP Organda menyatakan harapannya agar Kementerian Perhubungan tetap konsisten pada domain regulator dan bukan sebagai operator. Pemerintah pun disarankan bekerja sama dengan pihak swasta untuk jalur-jalur perintis dengan skema subsidi jika dibutuhkan.

"Seiring diresmikannya Tol Trans Jawa, DPP Organda menyambut baik gagasan Menhub, ketika swasta diberikan kesempatan yang sama dalam berusaha melayani masyarakat di Tol Trans Jawa. Tentunya wacana ini harus disertai regulasi yang memadai untuk mengeleminir permasalahan di kemudian hari," jelas Sekjen DPP Organda Ateng Aryono dalam pernyataannya, Minggu (6/1/2019).

Baca juga: Menhub Gagas Pembentukan Bus Trans Java

Ateng menyatakan, pihaknya memandang lalu lintas dan angkutan jalan memiliki peranan yang strategis dalam mendukung pembangunan dan integrasi nasional. Penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat, tertib, dan lancar, perlu didukung ketersediaan jaringan dan fasilitas pendukung  sangat mutlak diperlukan .

Dengan diresmikan tol Trans Jawa, sudah saatnya pemerintah segera menyususn Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RILLAJ) agar semua moda transportasi terintegrasi, di tingkat nasional , provinsi, dan kabupaten/kota .

Baca juga: Ada Jalan Tol Trans-Jawa Gratis, Penumpang di Bandara Semarang Turun

Ateng juga mengimbau pemerintah terkait  keberlangsungan usaha transportasi darat paska beberapa krisis.

"Mudah-mudahan wacana Menhub kali ini berpihak pada kami," sebut Ateng.

Ia juga mengungkapkan, pengusaha anggutan bus  rata-rata menekuni usahanya lebih dari 20 tahun, bahkan ada yang melewati setengah abad. Oleh karena itu, ia berharap para pengusaha swasta dapat dilibatkan dalam program pemerintah itu.

"Sejak infrastruktur jalan di Indonesia masih buruk sampai infrastruktur sudah berkembang seperti saat ini masih setia bersama pemerintah melayani masyarakat," jelas dia.



Close Ads X