Trump: Melambatnya Ekonomi China Bisa Jadi Insentif untuk Membuat Kesepakatan

Kompas.com - 07/01/2019, 07:39 WIB
Presiden AS Donald Trump sedang menelepon. AFP / NICHOLAS KAMMPresiden AS Donald Trump sedang menelepon.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, proses negosiasi perdagangan dengan China berjalan dengan sangat baik. Menurut Trump, pertumbuhan ekonomi China yang melambat bisa menjadi insentif bagi negara ekonomi terbesar kedua di dunia dalam mencapai kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat.

"Tarif telah melukai (ekonomi) China dengan cukup parah," ujar Trump kepada reporter di Gedung Putih, Minggu (6/1/2019) waktu setempat.

"Saya pikir China ingin menyelesaikan ( perang dagang) ini. Ekonomi mereka sedang tidak baik," lanjut dia.

Amerika Serikat dan China tengah terlibat tarik ulur ketegangan perdagangan dalam satu tahun belakangan ini.

Baca juga: Gubernur The Fed Tidak Akan Mundur Meski Didesak Trump

Awalnya, Pemeritah Trump merasa China telah melakukan praktik-praktik perdagangan yang tidak adil, serta menuduh mereka tengah mencuri properti intelektual serta teknologi asal AS. Hasilnya, Negeri Paman Sam pun menerapkan tarif untuk miliaran dollar AS produk China, dengan China menerapkan hal yang sama terhadap miliaran dollar AS produk asal Amerika Serikat.

Perang dagang di antara kedua negara tak hanya memengaruhi kondisi perekonomian AS maupun China, namun juga kondisi perekonomian global.

Pekan lalu, bank sentral China menyatakan akan memangkas suku bunga mereka sebesar 1 persen, selain itu, perdagangan saham di Amerika Serikat juga tak henti mengalami gejolak.

Beberapa perusahaan bahkan menyatakan, perang dagang telah memengaruhi melemahnya penjualan dalam satu tahun belakangan. Apple pekan lalu telah memberi catatan kepada investor, mengenai penjualan pada musim liburan kali ini tidak akan mencapai yang telah ditargetkan. Selain itu juga membuat harga saham Apple terkoreksi hingga 9 persen.

Ford dan General Motors pun mengeluhkan ketetapan tarif telah membuat koreksi pendapatan hingga 1 miliar dollar AS. General Motors bahkan pada November lalu telah berencana untuk memangkas 15.000 tenaga kerjanya di Amerika Serikat dan Kanada serta menutup beberapa pabrik produksinya.

Adapun minggu ini, pejabat Amerika Serikat dan China akan bertemu di Beijing. Pertemuan tersebut menjadi pertemuan pertama setelah gencatan tarif selama 90 hari setelah pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping di pertemuan G20 bulan lalu.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X