Lebihi Target, Peserta Aktif BPJS Ketenagakerjaan Capai 30,5 Juta Pekerja - Kompas.com

Lebihi Target, Peserta Aktif BPJS Ketenagakerjaan Capai 30,5 Juta Pekerja

Kompas.com - 07/01/2019, 11:21 WIB
Ilustrasi karyawanKOMPAS.com/IKA FITRIANA Ilustrasi karyawan

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 30,5 juta pekerja tercatat aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga akhir Desember 2018. Jumlah ini melebihi target yang dicanangkan, yakni 29,6 juta pekerja.

Adapun total peserta BPJS Ketenagakerjaan sendiri pada 2018 mencapai 50,7 juta pekerja.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E. Ilyas Lubis, mengatakan, pihaknya berupaya untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja agar program perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan ini bisa didapatkan oleh seluruh pekerja Indonesia.

Khusus kinerja kepesertaan aktif segmen Penerima Upah (PU), di 2018 mencatatkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, yaitu meningkat sebesar 3,4 juta dari tahun 2017.

Baca juga: Perisai, Sharoushi Ala Indonesia untuk Melindungi Pekerja

"Hasil ini kami raih bukan semata karena kerja keras insan BPJS Ketenagakerjaan sendiri, tapi juga atas kerjasama yang baik antara semua pihak, yaitu Pemerintah, stakeholder, dan tentu saja perusahaan serta pekerja yang semakin menyadari pentingnya memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan," ujar Ilyas dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/1/2019).

Ilyas menjelaskan, peningkatan kepesertaan ini didorong dengan kerjasama-kerjasama strategis dengan pemerintah daerah hingga pusat.

Kerjasama tersebut didorong dengan pemberian apresiasi khusus kepada kepala daerah dan provinsi yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Pemberian penghargaan bagi kepala daerah ini menjadi salah satu faktor pendukung yang berpengaruh terhadap peningkatan kepesertaan aktif pekerja segmen PU.

Di sisi lain, salah satu faktor yang mendukung peningkatan kepesertaan pada pekerja segmen Bukan Penerima Upah (BPU) adalah dengan munculnya inisiatif agen Penggerak Jaminan Sosial (Perisai).

"Perisai terbukti mampu mendorong peningkatan kepesertaan pada sektor BPU dan ini adalah hasil positif yang didukung berbagai pihak, khususnya para Perisai yang bekerja keras agar seluruh pekerja, khususnya sektor BPU dapat terlindungi," kata Ilyas.



Close Ads X