Jelang IPO, Saham Perusahaan Pengolahan Daging Sapi KIBIF "Oversubscribed"

Kompas.com - 08/01/2019, 19:20 WIB
Ilustrasi bursaThinkstock Ilustrasi bursa

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Estika Tata Tiara Tbk (KIBIF) mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 86,11 kali dari porsi pooling selama masa penawaran umum.

Adapun perusahaan pengolahan daging sapi tersebut dijadwalkan melakukan pencatatan umum perdana (initial public offering/ IPO) pada 10 Januari 2019 mendatang.

Masa penawaran umum saham perdana KIBIF berlangsung 2-4 Januari 2019 dengan harga pelaksanaan Rp 340 per saham. Adapun jumlah saham yang dilepas mencapai 376.862.500 saham atau 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dengan harga tersebut, perolehan dana IPO KIBIF akan mencapai Rp 128,13 miliar.

Baca juga: Jokowi Dibisiki soal Kinerja Bursa RI Terbaik Kedua di Dunia

John Octavianus selaku Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek IPO KIBIF menyatakan, permintaan dari masyarakat telah melebihi saham yang ditawarkan.

“IPO KIBIF menarik, animo dari masyarakat sangat baik karena industri ini telah dikenal baik oleh masyarakat,” ujar John dalam keterangannya, Selasa (8/1/2019).

Baca juga: Jumlah IPO di BEI Tahun Ini Tertinggi Sejak 1992

Sebanyak 45 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pembelian sapi hidup lokal maupun impor, 25 persen untuk pembelian barang dagangan, dan 30 persen untuk investasi perluasan kandang, investasi bangunan fasilitas produksi baru di Subang, serta investasi bangunan untuk penambahan kapasitas produksi di Salatiga.

Direktur Independen Estika Tata Tiara Frederik Wattimena mengatakan, perseroan menargetkan laba bersih meningkat hingga 4 kali pada tahun ini atau mencapai Rp 80 miliar.

"Target ini seiring dengan strategi meningkatkan kapasitas produksi melalui perolehan dana dari IPO," jelas Frederik.



Close Ads X