Jaringan Gas Kota Pasuruan Bisa Dimanfaatkan 6.314 Rumah Tangga

Kompas.com - 08/01/2019, 20:33 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ketika memberikan paparan kinerja Kementerian ESDM sepanjang 2018 di Jakarta, Jumat (4/1/2019). KOMPAS.com/Mutia FauziaMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ketika memberikan paparan kinerja Kementerian ESDM sepanjang 2018 di Jakarta, Jumat (4/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan Jaringan Gas Bumi Untuk Rumah Tangga (Jargas) di Pasuruan, Jawa Timur.

Jonan mengatakan, Jargas Kota Pasuruan itu akan melayani 6.314 rumah tangga yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Pembangunan jaringan gas kota (jargas) merupakan salah satu wujud pemanfaatan dana APBN untuk kegiatan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Jonan dalam keterangan tertulis, Selasa (8/1/2018).

Penggunaan gas untuk rumah tangga dirasa lebih efisien sehingga secara jangka panjang akan menguatkan daya beli masyarakat.

Jonan mengatakan, produksi gas bumi nasional cukup besar sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal untuk penggunaan dalam negeri. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat Indonesia bisa dirasakan lebih merata. Ia mrnambahkan, penggunaan gas bumi untuk rumah tangga lebih efisien ketimbang elpiji.

"Masyarakat akan merasakan manfaat besar penggunaan gas bumi ini karena lebih efisien, mudah, murah, praktis dan mengalir 24 jam penuh tanpa takut kehabisan dan tidak perlu repot angkat tabung," kata Jonan.

Pada 2018, Pemerintah membangun 89.906 sambungan rumah (SR) dengan APBN. Di Pasuruan sendiri telah dibangun 6.314 SR melalui penugasan kepada PT Perusahaan Gas Negara. Pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga di Provinsi Jawa Timur berkembang pesat karena ketersediaan sumber gas di sekitar Jawa Timur, jaringan pipa gas yang cukup bagus, serta dukungan Pemerintah Daerah yang besar.

Jonan mengatakan, pemerintah berkomitmen terus mendorong dan mempercepat program jargas. "Setiap tahunnya, pemerintah mengeluarkan dana APBN untuk menambah jaringan gas rumah tangga di berbagai daerah sehingga emakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat besar penggunaan gas bumi," kata Jonan.

Jaringan gas bumi untuk rumah tangga disebut memiliki banyak keunggulan. Gas yang dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah tangga merupakan gas alam yang sangat bersih. Jargas ini jauh lebih aman karena tekanan jargas lebih rendah dari tekanan LPG. Artinya, apabila ada kebocoran, gas langsung naik ke atas menuju udara bebas.

Keunggulan lain adalah lebih hemat biaya baik dari sisi konsumen maupun Pemerintah. Penggunaan Jargas dapat mengurangi biaya rumah tangga sekitar Rp 90.000 perbulan perkeluarga. Jargas juga lebih praktis, bersih, murah, mengalir 24 jam, dan aman dibandingkan tabung elpiji 3 kilogram. Selain itu, program jargas juga akan menghemat subsidi elpiji 3 kikogram dalam APBN.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X