Berita Populer: Presiden Bank Dunia Mundur hingga Kopiko Mendunia

Kompas.com - 09/01/2019, 06:56 WIB
Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim memberikan konferensi pers terkait Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center, Kawasan Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). Dalam kesempatan itu Jim mengucapkan terima kasih karena Indonesia tetap berkomitmen menggelar acara pertemuan tahunan walaupun gempa dan tsunami baru saja melanda Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/WISNU WIDIANTOROPresiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim memberikan konferensi pers terkait Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center, Kawasan Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). Dalam kesempatan itu Jim mengucapkan terima kasih karena Indonesia tetap berkomitmen menggelar acara pertemuan tahunan walaupun gempa dan tsunami baru saja melanda Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar mengenai mundurnya Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim menjadi berita populer di kanal Ekonomi Kompas.com, Selasa (8/1/2019). Mundurnya Kim disebut terkait perbedaan pandangan dengan Presiden AS Donald Trump.

Berikut ini adalah 5 berita populer kanal Ekonomi yang masih bisa Anda simak hari ini.

1. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim Mengundurkan Diri

Presiden Bank Dunia Jim Young Kim mengundurkan dari posisinya. Pengunduran diri ini berlaku efektif pada 1 Februari 2019.

Dikutip dari CNBC, Jim Young Kim memiliki sejarah perselisihan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kebijakan-kebijakan terkait perubahan iklim. Sebagai seseorang yang bergerak di bidang medis, penunjukan Kim sebelumnya dilakukan oleh Presiden Barack Obama untuk masa jabatan pertama dan untuk kedua kalinya.

Baca selengkapnya di sini.

2. Buka-bukaan Kemenkeu, Jawab Tantangan Timses Prabowo-Sandi ke Sri Mulyani

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) angkat bicara soal tantangan ekonom sekaligus anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Drajad Wibowo.

Dalam pemberitaan Kompas.com sebelumya, Drajat menantang Menteri Keuangan Sri Mulyan untuk buka-bukaan soal asal dan pengunaan dana hibah yang melonjak pada 2018. Terlebih lonjakan dana hibah itu terjadi di tahun politik.

"Ini agar transparan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan yang tidak perlu," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X