Menko Darmin Minta soal Defisit Dagang Jangan Dibesar-besarkan - Kompas.com

Menko Darmin Minta soal Defisit Dagang Jangan Dibesar-besarkan

Kompas.com - 09/01/2019, 17:09 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai rapat koordinasi terbatas membahas fasilitas Generalized System of Preference (GSP) dari Amerika Serikat di kantornya, Jumat (13/7/2018) malam.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai rapat koordinasi terbatas membahas fasilitas Generalized System of Preference (GSP) dari Amerika Serikat di kantornya, Jumat (13/7/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution meminta agar defisit neraca perdagangan 2018 yang disebut-sebut sebagai defisit terparah Indonesia sepanjang sejarah, supaya tidak dibesar-besarkan.

"Emang udah keluar (angka defisit) dagangnya?," ujar mantan Gubernur Bank Indonesia itu di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Darmin meminta para pengkritik untuk melihat data defisit neraca perdagangan Indonesia beberapa tahun silam.

"Coba lihat tahun 2015, 2014. Kamu tahu berapa defisit transaksi berjalannya? jangan digede-gedein (soal defisit neraca dagang ini)," kata Darmin.

Baca juga: Defisit Anggaran dan Keseimbangan Primer 2018 Terkecil Sejak 2012

Sebelumnya Ekonom Faisal Basri menyoroti defisit neraca perdagangan 2018. Di akun twitternya, Faisal menyebut bahwa defisit perdagangan 2018 merupakan yang terburuk sejak Indonesia merdeka.

"Sejak merdeka, defisit perdagangan hanya 7 kali. Tahun 2018 defisit perdagangan terburuk sepanjang sejarah," tulis Faisal.

Neraca dagang Indonesia harus kembali mengalami defisit pada November 2018. Setelah defisit 1,77 miliar dollar pada Oktober, kali ini defisit mencapai 2,05 miliar dollar AS.

Bila dibandingkan November 2017, defisit neraca dagang Indonesia pada November 2018 melonjak tinggi. Sebab, neraca dagang November 2017 justru surplus 221 miliar dollar AS.

Bila ditotal, Januari-November 2018, defisit neraca dagang Indonesia yang mencapai 7,5 miliar dollar AS.

Badan Pusat Statistik (BPS) belum merilis data terburu defisit neraca perdagangan Desember 2018. Biasanya, data akan dirilis pada pertengahan Januari.



Close Ads X