Kemenhub: Pelabuhan Patimban Akan Beroperasi Terbatas pada Akhir 2019

Kompas.com - 09/01/2019, 20:40 WIB
Perkembangan proyek jalan akses menuju Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.Kompas.com / Erwin Hutapea Perkembangan proyek jalan akses menuju Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Agus Purnomo mengatakan, Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, akan mulai dioperasikan secara terbatas atau soft opening pada akhir tahun 2019.

"Untuk proses pekerjaan konstruksi saat ini tengah berlangsung pengerjaan konstruksi terminal container dan car terminal, pengerukan kolam putar dan alur pelayaran, reklamasi dengan metode Cement Deep Mixing (CDM), konstruksi breakwater, seawall, dan peralatan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP)," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/1/2019).

Agus menyebutkan, Pelabuhan Patimban merupakan salah satu proyek strategis nasional yang akan dibangun di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

"Pembangunan Pelabuhan Patimban ini merupakan penanda eratnya kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang yang sudah terjalin selama 60 tahun dan mendapatkan pendanaan melalui Official Development Assistance (ODA Loan) Pemerintah Jepang melalui skema Special Term for Economic Partnership atau STEP Loan," kata Agus.

Baca juga: Pembebasan Lahan untuk Pelabuhan Patimban Capai 60 Persen

Agus menyampaikan, tujuan pembangunan Pelabuhan Patimban untuk mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi dan mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan.

Pembangunannya sendiri dilaksanakan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3,5 juta peti kemas (TEUS) dan 600.000 kendaraan bermotor (CBU).

Pada tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5,5 juta teus dan pada tahap ketiga akan meningkat kembali hingga 7,5 Juta teus.

Secara umum, Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan peti kemas dan kendaraan bermotor yang diangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar.

"Nantinya Pelabuhan Patimban juga akan didukung area sarana penunjang (Backup Area) untuk mendukung efisiensi logistik dari dan ke Pelabuhan Patimban seluas 356 hektar," kata Agus.

Menurut Agus, saat ini proses pengadaan tanah berupa pembayaran ganti rugi secara bertahap.

"Penggantian kerugian pemilik tanah secara bertahap diharapkan selesai pada akhir bulan Juni 2019," ucap dia.




Close Ads X