Untuk Grasberg, Inalum Kucurkan Investasi hingga 1,4 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 09/01/2019, 22:26 WIB
Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin ketika memberikan paparan kepada awak media di kantornya, Minggu (28/10/2018). Kompas.com/Mutia FauziaDirektur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin ketika memberikan paparan kepada awak media di kantornya, Minggu (28/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum akan mulai menanamkan investasi hingga 1,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 19,88 triliun (kurs Rp 14.200 per dollar AS) guna mengelola tambang Grasberg yang berada dalam PT Freeport Indonesia (PTFI).

Rencana Inalum tersebut mulai bergulir sejak tahun ini hingga 2023 mendatang.

"Sekarang sampai 2023 itu investasinya sebesar 1,1miliar dollar AS-1,4 miliar dollar AS," ungkap Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero), Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu (9/1/2018).

Budi menuturkan, jumlah tersebut belum termasuk untuk pengadaan atau pembangunan smelter. Namun dia enggan menjelaskan lebih jauh langkah perusahaannya terkait ini.

Baca juga: Izin Ekspor Freeport Habis Pertengahan Februari 2019

Selain rencana investasi itu, Budi juga menyinggung soal bagi hasil dari pengelolaan tambang Grasberg. Selama periode 2019-2020 nanti tidak akan ada dividen atau pembagian laba dari hasil kelola yang dimaksud.

Setelah kurun waktu itu, hitungan laba baru diterima dengan besaran yang semakin meningkat dari tahu ke tahunnya.

"Kita enggak bagi dividen (selama) dua tahun. 2021 mulai baru ada sedikit (laba), 2022 sudah besar, dan 2023 sudah anteng, 2 miliar dollar AS," sebutnya.

Budi mengatakan, pada 2019 ini EBITDA atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi Freeport akan menurun dibandingkan sebelumnya. Pasalnya, tambang Grasberg Open Pit habis tahun ini dan digantikan dengan tambang bawah tanah (underground).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.