Berita Terpopuler: Citilink Ikuti Lion Air Hapus Bagasi Gratis

Kompas.com - 10/01/2019, 07:24 WIB
Penerbangan perdana internasional Citilink rute Banyuwangi-Kuala Lumpur, Rabu (19/12/2018).ARSIP HUMAS PEMKAB BANYUWANGI Penerbangan perdana internasional Citilink rute Banyuwangi-Kuala Lumpur, Rabu (19/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.comCitilink mengikuti Lion Air menghapus layanan bagasi cuma-cuma untuk penumpangnya.

Berita tersebut menjadi terpopuler sepanjang Rabu (9/1/2019) kemarin. Berita lain yang juga terpopuler adalah mengenai banyaknya UKM yang gulung tikar karena masalah pajak. Berikut adalah 5 berita terpopuler sepanjang hari kemarin:

1. Citilink Ikut Lion Air Hapus Layanan Bagasi Gratis?

Maskapai Citilink sepertinya akan mengikuti jejak Lion Air dan Wings Air yang menghapus layanan bagasi cuma-cuma atau free baggage allowance bagi para penumpang rute domestik. Setidaknya hal itu terlihat dari surat Citilink bagi sejumlah travel agent di Indonesia beredar di media sosial.

Surat edaran bernomor Citilink/JKTCGQG-020/I/2019 yang dibuat pada 4 Januari 2019 itu menyebut bahwa pembelian tiket mulai tanggal 12 Januari 2019 tidak berlaku lagi pemberian bebas biaya bagasi (FBA). Selengkapnya baca di sini

2. Banyak UKM Gulung Tikar Karena Masalah Pajak

Persoalan pajak masih menjadi salah satu masalah besar pelaku usaha kecil dan menengah. Masih banyak dari mereka yang lalai dengan kewajiban pajak, entah karena kurangnya literasi atau sengaja abai. Direktur Eksekutif Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, tak sedikit UKM yang gulung tikar lantaran pemiliknya bermasalah soal pajak. Selengkapnya baca di sini

3. Izin Ekspor Freeport Habis Pertengahan Februari 2019

PT Freeport Indonesia memiliki surat persetujuan ekspor (SPE) dari Kementerian Perdagangan yang berlaku sampai pertengahan Februari 2019. Sementara itu, Freeport masih memiliki tanggungan ekspor yang belum diselesaikan.

Direktur Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, sebelum diberikan rekomendasi SPE, tim konsultan independen akan terlebih dahulu melakukan verifikasi. Selengkapnya baca di sini

4. Apindo: Pelambatan Ekonomi China Bisa Ancam Ekspor Indonesia

Melemahnya laju pertumbuhan ekonomi China mulai menunjukkan dampaknya. Beberapa perusahaan teknologi besar seperti Apple memproyeksikan pertumbuhan penjualan pada yang kian melemah. Tak hanya itu, lapangan kerja di China kian tergerus. Selengkapnya baca di sini

5. 2030, Indonesia Diprediksi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat di Dunia

Sebanyak 7 dari 10 negara berkembang diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030. Hal ini berdasarkan proyeksi jangka panjang yang dirilis Standard Chartered Plc. Dikutip dari Bloomberg, Rabu (9/1/2019), peringkat tersebut didasarkan pada nominal produk domestik bruto ( PDB) berdasarkan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP). Selengkapnya baca di sini



Close Ads X