BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan Rp 9,65 Miliar ke Pekerja Korban Tsunami Selat Sunda

Kompas.com - 10/01/2019, 14:10 WIB
Pemandangan kawasan Kecamatan Sumur yang hancur diterjang gelombang tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal dunia akibat tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda bertambah menjadi 222 orang.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama. 
MUHAMMAD ADIMAJA Pemandangan kawasan Kecamatan Sumur yang hancur diterjang gelombang tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal dunia akibat tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda bertambah menjadi 222 orang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan santunan senilai Rp 9,65 miliar kepada 23 orang pekerja korban bencana tsunami Selat Sunda.

Santunan tersebut terdiri atas santunan kematian, bantuan pemakaman, santunan berkala, santunan beasiswa dan tabungan Jaminan Hari Tua (JHT).

"Kami berupaya agar para peserta korban tsunami bisa cepat mendapat pelayanan. Tidak sampai satu bulan dari kejadian, BPJS Ketenagakerjaan telah membyarakan satunan kepada pekerja kroban bencana tsunami Banten-Lampung," ujar Direktur Pelayanan BPS Ketenagakerjaan Krishna Syarif melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Siap Bayarkan Santunan Korban Tsunami Selat Sunda

Adapun secara nasional, jumlah total pengajuan klaim BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 24,05 triliun. Khusus untuk kasus kecelakaan kerja, sepanjang tahun 2018 tercatat sebanyak 173 ribu pengajuan klaim dengan nilai klaim Rp 1,22 triliun.

"aya berharap santunan yang kami sampaikan ini dapat mengurangi beban ahli waris serta dapat dijadikan modal awal untuk menata kembali kehidupan pasca musibah yang menimpa," pungkas Krishna.




Close Ads X