Ini Keunggulan Saving Bond Ritel 005 - Kompas.com

Ini Keunggulan Saving Bond Ritel 005

Kompas.com - 10/01/2019, 19:05 WIB
Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kemenkeu, Loto Srinita Ginting, Jakarta, Kamis (10/1/2019)Kompas.com/YOGA SUKMANA Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kemenkeu, Loto Srinita Ginting, Jakarta, Kamis (10/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa penawaran Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR005 resmi dibuka hari ini. Kini masyarakat pun bisa membelinya sebagai salah satu instrumen investasi.

SBR005 memiliki beberapa keunggulan dibandingkan instrumen investasi lainnya. Termasuk dibandingkan dengan reksa dana atau obligasi negara ritel (ORI).

"Dari sisi risiko pasar, kalau ORI atau reksa dana itu kalau ada pergerakan tingkat bunga, dia akan mengalamai perubahan harga. Jadi ada risiko pasarnya," ujar Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kemenkeu, Loto Srinita Ginting, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Sementara SBR005 kata dia, memiliki kupon mengambang dengan kupon minimal mengacu kepada BI 7 Day Reverse Repo Rate. Artinya besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan 7 Day Reverse Repo Rate tiap 3 bulan sekali.

Baca juga: Minat investasi? SBR005 Bisa Dibeli Mulai Hari Ini

Namun SBR005 memiliki kupon minimal yakni 8,15 persen. Kupon minimal ini membuat nilai kupon tak akan anjlok di bawah 8,15 persen. Justru bisa naik di atas angka tersebut.

Misalnya, jika pada April 2019 BI 7-DRRR ditetapkan sebesar 6,25 persen, maka pada periode April-Juli 2019 kupon yang berlaku adalah 8,40 persen (6,25 persen + spread 215 bps).

Namun jika pada April 2019 BI 7-DRRR turun menjadi 5,75 persen, maka pada periode April-Juli 2019 kupon yang berlaku bukan 7,90 persen (5,75 persen + spread 215 bps), melainkan 8,15 persen yang merupakan kupon minimal.

"Jadi risiko SBR yang tersisa adalah risiko likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan sewaktu waktu," kata Loto.

Meski tak bisa diperdagangkan sewaktu waktu, Kementerian Keuangan membuat jalan keluar berupa early redemption. Dengan fasiltas ini, investor bisa mencairkan hingga 50 persen nilai kupon setelah dipegang selama 12 bulan.

"Ada periode boleh mencairkan sebelum jatuh tempo maksimal 50 persen dari yang dibeli. Misalnya kita beli 100 unit, yang boleh dicairkan setelah 12 bulan yang bisa 50 unit," ucapnya.

Namun ketentuan ini tidak berlaku untuk investor yang memiliki 1 kupon senilai Rp 1 juta. Ketentuan ini berlaku minimal 2 unit kupon atau senilai Rp 2 juta.

Sementara dari sisi risiko gagal bayar, Loto memastikan bahwa SBR memiliki risiko yang sangat kecil, sebab dijamin oleh undang-undang dan dana untuk membayar kewajibannya di siapkan oleh negara.

"Maka instrumen investasi yang siapkan pemerintah pasti lebih aman dibanding instrumen investasi lainnya," kata dia.



Close Ads X