Berita Populer: Selebgram Harus Bayar Pajak dan Rupiah Perkasa

Kompas.com - 11/01/2019, 06:00 WIB
Ilustrasi Logo InstagramHollywood Reporter Ilustrasi Logo Instagram

JAKARTA, KOMPAS.com — Berita tentang selebgram yang dipandang harus membayar pajak menjadi berita populer di kanal Ekonomi Kompas.com, Kamis (10/1/2019). Pandangan tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara.

Selain itu, berita populer lainnya adalah nilai tukar rupiah yang perkasa di kawasan Asia. Berikut ini adalah 5 berita populer Ekonomi Kompas.com yang masih bisa Anda simak hari ini.

1. Menkominfo: Selebgram Harus Bayar Pajak biar "Fair"

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengakui, hingga kini belum ada aturan terkait pengenaan pajak kepada para selebriti yang mempromosikan suatu produk melalui Instagram (selebgram).

Oleh karena itu, Menkominfo mendorong adanya aturan pajak bagi para pengguna akun yang menjual jasa atau barang di media sosial tersebut.

"Sebetulnya kalau misalkan sekarang selebriti dikenai aturan pajak itu kan di dunia nyata," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

"Misalnya kalau tampil di TV kan kena pajak, di dunia maya harus dikenai. Harus fair dong," sambung dia.

Baca selengkapnya: Menkominfo: Selebgram Harus Bayar Pajak biar Fair

2. Jatuhnya Harga Minyak "Pukul" Rupee, Rupiah Paling Perkasa di Asia

Di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang terhadap dollar AS, rupiah Indonesia dan rupee India menjadi dua mata uang terkuat di Asia. Namun, dengan terjunnya harga minyak dunia, rupiah berpeluang mengalahkan rupee dan menjadi mata uang yang paling unggul se-Asia.

Sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Goldman Sachs Group Inc menyatakan, selain turunnya harga minyak, performa rupiah juga didukung aliran portfolio dan kebijakan moneter yang sensitif terhadap Federal Reserve.

"Walaupun India dan Indonesia sama-sama memiliki nilai terkuat dalam mata uang asia, ada beberapa kunci perbedaan dalam struktur ekonomi keduanya yang membedakan performa pasar dan terciptanya kesempatan investasi," ujar ekonom Nupur Gupta dan Jonathan Sequeira, sebagaimana tertulis dalam catatan pada 7 Januari 2019.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X