Bambang P Jatmiko
Editor

Penikmat isu-isu ekonomi

Prostitusi "Online", Nurhadi-Aldo, dan Kuasa Platform

Kompas.com - 11/01/2019, 09:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Semakin banyak followers, semakin tinggi value dari orang tersebut. Sehingga ketika dikonversi menjadi mata uang konvensional, bayaran orang tersebut semakin mahal.

Taruhlah seorang musisi rajin mengunggah karya-karyanya di Youtube dan digemari oleh para netizen. Lama kelamaan jumlah subscribers di channel-nya makin banyak. Saat itu, dia mungkin tidak bisa mendapatkan uang secara tunai. Namun ketika dia menggelar konser, fans-nya banyak menonton. Dan di event itulah dia bisa mengonversi value menjadi uang.

Atau seperti teman saya, seorang penulis muda berbakat dari Bantul Yogyakarta, Iqbal Aji Daryono. Dia adalah seleb Facebook. Followernya ribuan. Semakin bertambah followers, makin mahal biaya mengundang dia untuk menjadi pembicara. Demikianlah.

“Mcqueen” Punya Value

Hari-hari ini jagad medsos tengah ramai oleh munculnya akun Nurhadi-Aldo. Dia hadir di tengah situasi politik yang semakin membosankan. Saling serang. Saling klaim. Hingga masing-masing pendukung capres-cawapres bertengkar.

Media-media arus utama juga terus menampilkan berbagai berita soal politik di antara pendukung dua calon capres-cawapres.

Jengah dengan informasi politik, akhirnya muncul akun Nurhadi-Aldo yang mampu memberi warna di jagad perpolitikan. Mengusung konten satir politik dan cenderung blak-blakan oleh admin yang masih misterius, akun tersebut ternyata sangat digemari netizen. Dan didukung oleh network effect, hanya dalam waktu kurang dari sebulan, jumlah follower Nurhadi-Aldo sudah mencapai sekitar 300.000.

Tanpa menggunakan standar kampanye maupun standar penulisan formal, akun Nurhadi-Aldo nyatanya mampu menarik perhatian netizen. Seiring dengan itu, jumlah followers di akun Instagram-nya konsisten naik.

Sehingga ketika Nurhadi membuat “kaus kampanye” Nurhadi-Aldo, barang tersebut laris manis dipesan netizen. Di situlah value bisa diuangkan.

Begitulah platform. Dia mampu membalik model bisnis konvensional yang linier menjadi model bisnis yang resiprokal. Setiap users berhak untuk menjadi konsumen sekaligus produsen.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa setiap produk memiliki konsumennya sendiri. Produk-produk yang selama ini dinyatakan tidak layak oleh gatekeeper, ketika dilempar ke platform ternyata bisa mendapatkan konstituennya sendiri.

Seperti dalam konteks platform media sosial. Berbagai content yang mungkin di media konvensional tidak layak tayang, justru ternyata banyak penggemarnya di segmen tertentu ketika dilempar ke platform medsos.

Menyalahkan platform?

Namun di sisi lain, diakui bahwa hilangnya gatekeeper memunculkan kekhawatiran. Yakni membuka peluang tidak tersaringnya informasi hoaks. Atau mungkin ada distorsi informasi ketika users tidak memiliki kemampuan melakukan verifikasi atas informasi.

Seperti yang diungkapkan Andrew Keen (2018) dalam bukunya How To Fix The Future, Staying Human in the Digital Age. Di ranah media, hilangnya gatekeeper akan memunculkan masalah. Sehingga yang menjadi korban adalah kebenaran itu sendiri.

Namun yang perlu dicatat adalah, munculnya masalah tersebut bukan kesalahan platform. Melainkan ulah dari mereka-mereka yang punya kepentingan. Hal ini terutama merujuk kepada politisi yang kerap memanipulasi informasi untuk mencapai kepentingannya.

Di media sosial, para politisi bisa secara langsung menyebarkan informasi kepada publik tanpa ada saringannya. Ada banyak kasus, seperti surat suara dari KPU yang sudah tercoblos, penganiayaan ke aktivis politik hingga membuat wajah lebam-lebam, dan sebagainya. Sehingga publik heboh.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pluang: Inklusi Finansial Masih Jauh Tertinggal dari Inklusi Digital

Pluang: Inklusi Finansial Masih Jauh Tertinggal dari Inklusi Digital

Whats New
Pastikan Daging Kerbau Impor Bebas PMK, Bulog Kirim Tim ke India

Pastikan Daging Kerbau Impor Bebas PMK, Bulog Kirim Tim ke India

Whats New
Komisi VI DPR Dukung BNI dan Jamkrindo Fasilitasi Petani Bogor Ekspor Tanaman ke Belanda

Komisi VI DPR Dukung BNI dan Jamkrindo Fasilitasi Petani Bogor Ekspor Tanaman ke Belanda

Whats New
Ini Daftar 12 Outlet Holywings di Jakarta yang Izin Usahanya Dicabut

Ini Daftar 12 Outlet Holywings di Jakarta yang Izin Usahanya Dicabut

Whats New
Garuda Diminta Fokus Layani Penerbangan Domestik, Erick Thohir: Ngapain Kita Bisnis Gaya-gayaan...

Garuda Diminta Fokus Layani Penerbangan Domestik, Erick Thohir: Ngapain Kita Bisnis Gaya-gayaan...

Whats New
Dari Pelonggaran PPKM hingga Peningkatan Permintaan GrabCar, Ekonomi Mulai Pulih?

Dari Pelonggaran PPKM hingga Peningkatan Permintaan GrabCar, Ekonomi Mulai Pulih?

Work Smart
3 Persen Kreditur Garuda Tak Setujui Restrukturisasi, Erick Thohir: Mungkin Akan Tertinggal Pembayarannya

3 Persen Kreditur Garuda Tak Setujui Restrukturisasi, Erick Thohir: Mungkin Akan Tertinggal Pembayarannya

Whats New
Tetap Ingin Berkurban Meski Ada Wabah PMK? Simak Aturannya

Tetap Ingin Berkurban Meski Ada Wabah PMK? Simak Aturannya

Whats New
Menperin Ajak Perusahaan Asal Prefektur Aichi Investasi di Indonesia

Menperin Ajak Perusahaan Asal Prefektur Aichi Investasi di Indonesia

Rilis
Rincian Biaya Admin BRI Tabungan BritAma hingga Simpedes

Rincian Biaya Admin BRI Tabungan BritAma hingga Simpedes

Spend Smart
Perkuat Sistem Perpajakan, Indonesia Dapat Pinjaman Rp 11 Triliun dari Bank Dunia

Perkuat Sistem Perpajakan, Indonesia Dapat Pinjaman Rp 11 Triliun dari Bank Dunia

Whats New
Menang PKPU, Erick Thohir Pastikan Garuda Indonesia Disuntik PMN Rp 7,5 Triliun

Menang PKPU, Erick Thohir Pastikan Garuda Indonesia Disuntik PMN Rp 7,5 Triliun

Whats New
Iming-iming Mendag Zulhas ke Produsen Migor: Ada Kompensasi Ekspor CPO, Asalkan...

Iming-iming Mendag Zulhas ke Produsen Migor: Ada Kompensasi Ekspor CPO, Asalkan...

Whats New
Partai Buruh Ajukan Judicial Review Revisi UU PPP ke Mahkamah Konstitusi

Partai Buruh Ajukan Judicial Review Revisi UU PPP ke Mahkamah Konstitusi

Whats New
Angkat Cinta Laura Jadi Komisaris, Perusahaan Ini Ganti Fokus Bisnis ke EBT

Angkat Cinta Laura Jadi Komisaris, Perusahaan Ini Ganti Fokus Bisnis ke EBT

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.