Bambang P Jatmiko
Editor

Penikmat isu-isu ekonomi

Prostitusi "Online", Nurhadi-Aldo, dan Kuasa Platform

Kompas.com - 11/01/2019, 09:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

Ini berbeda ketika mereka para politisi itu berbicara ke jurnalis media konvensional. Di sana ada editor yang menyaring dan memverifikasi informasi untuk disampaikan ke audience. Sehingga output informasi di media konvensional bisa lebih terjamin kesahihannya karena keberadaan gatekeeper.

Memang tak dimungkiri bahwa hilangnya gatekeepers akan memunculkan kerentanan mengenai distorsi informasi. Namun hal itu bukan menjadi pembenar untuk menyalahkan keberadaan platform.

Bagaimanapun, platform adalah sebuah wadah yang memungkinkan siapapun bisa mendapatkan banyak benefit. Setiap orang bisa menciptakan values atas dirinya sendiri dan orang lain.

Alih-alih platform, yang justru paling pas untuk disalahkan dalam konteks seperti ini adalah mereka yang berusaha memanfaatkan platform untuk kepentingannya sendiri dengan membuat users lain merugi dan kehilangan value.

Karenanya, unfollow saja para politisi mereka yang membuat kehidupan menjadi tambah berisik dan tidak tenang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.