YLKI Sebut Bagasi Berbayar Modus Kenaikan Tarif Pesawat Terselubung - Kompas.com

YLKI Sebut Bagasi Berbayar Modus Kenaikan Tarif Pesawat Terselubung

Kompas.com - 11/01/2019, 10:52 WIB
Ilustrasi bagasi pesawat berbayarShutterstock Ilustrasi bagasi pesawat berbayar

JAKARTA, KOMPAS.com — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) menilai, kebijakan bagasi berbayar yang dilakukan sejumlah maskapai berpotensi melanggar hak konsumen.

"Sebab, faktualnya pengenaan bagasi berbayar pengeluaran konsumen untuk biaya transportasi pesawat menjadi naik," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (11/1/2019)

"Dengan demikian, bagasi berbayar adalah kenaikan tarif pesawat secara terselubung. Pengenaan bagasi berbayar berpotensi melanggar ketentuan batas atas atas tarif pesawat," kata dia.

Baca juga: 5 Fakta Pencabutan Bagasi Gratis Lion Air dan Wings Air

YLKI meminta Kementerian Perhubungan mengatur besaran dan mengawasi pelaksanaan bagasi berbayar tersebut.

Sebab, kata Tulus, bila tak diatur dan diawasi, maskapai dinilai bisa semena-mena mengenakan tarif pengenaan bagasi berbayar kepada para penumpang.

YLKI juga menilai, kebijakan tarif bagasi berbayar maskapai berbiaya murah, bisa melampaui tarif maskapai yang selama ini menerapkan full services policy.

Baca juga: Citilink Ikut Lion Air Hapus Layanan Bagasi Gratis?

"Kalau bagasi berbayar diterapkan tanpa standar harga yang jelas, lalu apa gunanya kebijakan tarif batas atas dan batas bawah pada pesawat?" kata dia.

Seperti diketahui, maskapai Lion Air dan Wings Air sudah menerapkan kebijakan bagasi berbayar. Kebijakan itu akan dikuti maskapai LCC lainnya, yakni Citilink.



Close Ads X