Airbus Angkat Bicara soal 8 Helikopter Pesanan TNI AU - Kompas.com

Airbus Angkat Bicara soal 8 Helikopter Pesanan TNI AU

Kompas.com - 11/01/2019, 14:00 WIB
Latihan Angkasa Yudha 2012
Prajurit Paskhas TNI AU memeragakan simulasi SAR tempur pada Latihan Manuver Lapangan Angkasa Yudha 2012 di Tanjung Pandan, Pulau Belitung, Bangka Belitung, Selasa (23/10). Latihan tersebut meliputi lima operasi udara, yaitu operasi serangan udara strategis, lawan udara ofensif, pertahanan udara, operasi informasi, dan operasi dukungan udara. Manuver lapangan ini melibatkan pesawat tempur, helikopter, pesawat angkut, pesawat intai dan pasukan TNI AU.RIZA FATHONI Latihan Angkasa Yudha 2012 Prajurit Paskhas TNI AU memeragakan simulasi SAR tempur pada Latihan Manuver Lapangan Angkasa Yudha 2012 di Tanjung Pandan, Pulau Belitung, Bangka Belitung, Selasa (23/10). Latihan tersebut meliputi lima operasi udara, yaitu operasi serangan udara strategis, lawan udara ofensif, pertahanan udara, operasi informasi, dan operasi dukungan udara. Manuver lapangan ini melibatkan pesawat tempur, helikopter, pesawat angkut, pesawat intai dan pasukan TNI AU.

JAKARTA, KOMPAS.com - Airbus Helicopters menilai keputusan TNI Angkatan Udara yang memesan 8 H225M merupakan hal yang tepat. Sebab, helikopter itu sudah teruji dan banyak digemari.

"H225M adalah helikopter yang telah teruji di medan tempur dan disenangi oleh banyak pelanggan di seluruh dunia," ujar Airbus Helicopters Executive Vice President, Ben Bridge dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

"Indonesia terus mengambil peran penting dalam rantai pasok global Airbus Helicopters. Bersama rekan terpercaya kami PTDI, kami siap mendukung kesiapsediaan armada helikopter Indonesia," sambung dia.

Baca juga: Perkuat SAR, TNI AU Pesan 8 Helikopter H225M

TNI AU sebelumya memesan 8 helikopter H225M. Persamaan ini bagian dari upaya memperkuat armada TNI AU untuk tugas pencarian dan pertolongan (SAR) dalam kondisi tempur.

PT Dirgantara Indonesia (Persero) turut dilibatkan. Helikopter itu akan diserahkan kepada TNI AU usai perakitan, penambahan kelengkapan, dan penyesuaian akhir oleh PTDI di Bandung.

PTDI telah menjadi pemasok badan utama dan badan belakang helikopter yang merupakan varian militer dari keluarga helikopter multi-peran Super Puma sejak tahun 2008.

Baca juga: PTDI Serahkan 5 Helikopter dan Satu Pesawat ke Kemenhan

Pada 2017, Airbus Helicopters dan PTDI memperluas kerja sama industri dengan mengadakan layanan dan dukungan khusus untuk armada TNI.

Saat ini, 88 unit H225M telah diserahkan kepada pengguna diseluruh dunia mulai dari Perancis, Brazil, Meksiko, Malaysia, Indonesia dan Thailand.



Close Ads X