Aliran Dana Asing di Awal Tahun Masuk Rp 6,8 Triliun

Kompas.com - 11/01/2019, 16:02 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi WaluyoKOMPAS.com/MUTIA FAUZIA Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menyatakan dana asing masih mengalir deras di awal tahun ini.

Sampai dengan minggu pertama Januari, aliran dana masuk mencapai Rp 6,8 triliun melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN), saham, obligasi korporasi dan SBN Syariah.

Derasnya aliran dana asing yang masuk ke pasar keuangan dalam negeri tersebut membuat rupiah hingga Jumat (11/1/2018) menguat 1,8 persen (year to date) terhadap dollar AS.

"Gambaran positif membuat rupiahnya sendiri kalau kita lihat mengalami apresiasi year to date 1,8 persen," ujar Dody ketika ditemui awak media di kawasan perkantoran BI, Jakarta.

Ketika ditanya mengenai probabilitas rupiah bergerak ke arah Rp 13.800 per dollar AS, Dody mengatakan BI akan menjaga fundamental rupiah agar tetap bergerak stabil seperti dalam satu minggu belakangan ini.

"Kita nggak bicara level ya, tentunya BI akan menjaga fundamental rupiahnya berada di situ," ujar dia.

Meksipun dari sisi eksternal terdapat sentimen positif dari hasil negosiasi perang dagang, di sisi lain masih terdapat beberapa faktor eksernal yang mungkin akan membayangi kinerja rupiah ke depan, yaitu ketidakpastian di pasar keuangan global.

Negara-negara di kawasan Eropa diperkirakan masih akan mengoreksi pertumbuhan ekonomi mereka tahun ini. Selain Eropa, negara kawasan Asia seperti Jepang dan China juga mengoreksi laju pertumbuhan ekonominya bias ke bawah.

"Tapi untuk AS pertumbuhannya masih cukup solid perkiraan mereka pertumbuhannya tidak secepat 2018," ujar Dody.




Close Ads X