2019, OJK Proyeksikan Lebih 75 Emiten Baru di Pasar Modal

Kompas.com - 11/01/2019, 20:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ketika menutup perdagangan saham akhir tahun 2018 di BEI, Jakarta, Jumat (28/12/2018).KOMPAS.com/MUTIA FAUZIA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ketika menutup perdagangan saham akhir tahun 2018 di BEI, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) memerkirakan tahun ini kenaikan jumlah emiten yang menghimpun dana di pasar modal Indonesia mencapai 75-100 emiten.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, angka tersebut dipatok optimistis melihat perkembangan positif ekonomi sepanjang 2018. Inflasi ditekan di level 3,13 dan pertumbuhan ekonomi di angka 5,15 persen.

"Optimisme ini mendorong pasar modal lebih tinggi. Kami perkirakan lebih dari 75 emiten," ujar Wimboh dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 di Jakarta, Jumat (11/1/2019) malam.

Sementara proyeksi emisinya sekitar Rp 200 triliun- Rp 250 triliun. OJK juga memerkirakan aset asuransi tumbuh di kisaran 10 persen-13 persen. Untuk asuransi umumnya diperkirakan berkisar antara 14 persen hingga17 persen.

Baca juga: Melantai di BEI, Sentra Food Jadi Perusahaan Pertama yang IPO di Tahun 2019

Wimboh juga memaparkan capaian OJK selama 2018. Jumlah emiten pada 2018 meningkat cukup signifikan dari 46 emiten pasar modal pada 2018 menjadi 62 emiten baru. Sementara nilai penghimpunan dananya sebesar Rp 166 triliun. Adapun total dana kelola investasi mencapai Rp 746 triliun atau meningkat 8,7 persendari 2017.

"Nilai penghimpunan dana lebih rendah dari 2017 tapi memang karena dampak tingkat suku bunga," kata Wimboh.

Sementara itu menurut Wimboh, jumlah perusahaan peer-to-peer lending yang terdaftar di OJK selama 2018 sebanyak 88 perusahaan. Sementara jumlah debitor per Desember 2018 adalah sekitar 5,5 juta.


Terkini Lainnya

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Whats New
 Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Whats New
Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Whats New
Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Whats New
Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Whats New
Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Whats New
Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Work Smart
Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Earn Smart
Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Work Smart
Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Whats New
Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Whats New
Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Whats New
Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Whats New
Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Rilis
Tak Ingin Jago 'Kandang', Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Tak Ingin Jago "Kandang", Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Whats New

Close Ads X