Kemenhub Minta Pengemudi Ojek Online Perbaiki Perilaku Berkendara - Kompas.com

Kemenhub Minta Pengemudi Ojek Online Perbaiki Perilaku Berkendara

Kompas.com - 12/01/2019, 14:50 WIB
Penumpukan ojek online yang menjemput ataupun menurunkan penumpang tampak di bawah jembatan penyebrangan orang (JPO) di Stasiun Palmerah. Foto diambil Rabu (12/12/2018). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA Penumpukan ojek online yang menjemput ataupun menurunkan penumpang tampak di bawah jembatan penyebrangan orang (JPO) di Stasiun Palmerah. Foto diambil Rabu (12/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) meminta para pengemudi ojek online untuk memperbaiki perilaku berkendara di jalan raya. Sebab, angka kecelakaan lalu lintas hingga kini, khususnya sepeda motor masih tinggi.

" Kecelakaan sepeda motor sekitar 72 persen. Kecenderung ego kita (pengemudi) di jalan tinggi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Setiyadi di hadapan ribuan driver ojek online di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Menurut Budi, tingkat kesadaran keselamatan berkendara masih terbi;ang rendah. Apalagi ego para pengemudi sangat tinggi agar cepat sampai ke tujuan.

Baca juga: Pemerintah Akan Keluarkan Regulasi Baru untuk Ojek Online

"Di Indonesia dalam satu jam, dua orang meninggal dunia saat berkendara," ungkapnya.

Dia menambahkan, selama ini Kemehub selalu mengimbau agar semua pengemudi transportasi online taat aturan lalu-lintas.

"Kampanye kita tergantung respon Bapak Ibu sekalian. (Karena) keselamatan paling utama dalam transportasi," imbuhnya.

Baca juga: Kemenhub: Idealnya Tarif Bawah Ojek Online Rp 2.000-Rp 2.500

Selain itu, ada kecenderungan dan kebiasaan para pengemudi yang tidak baik. Misalnya melawan petugas kepolisian maupun Dinas Perhubungan (Dishub), tidak peduli keselamatan di jalan raya atau cenderung ceroboh saat berkendara.

"Toleransi kita semakin rendah dan kecil. Kebut-kebutan. Inilah perilaku kita di jalan. Harapannya kita harus memperbaiki itu semua. Memperbaiki perilaku kita," tandasnya.



Close Ads X