Usai Natal dan Tahun Baru, Garuda Indonesia Klaim telah Turunkan Harga Tiket

Kompas.com - 13/01/2019, 05:28 WIB
Pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia di Bandara Pattimura, Ambon, Maluku, Kamis (2/8/2018).KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia di Bandara Pattimura, Ambon, Maluku, Kamis (2/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai Garuda Indonesia mulai memberlakukan harga subclass moderat dan lebih rendah pada jam dan rute penerbangan tertentu. Hal ini dilakukan usai peak season Natal dan Tahun Baru 2019.

"Pasca peak season Natal dan Tahun Baru 2019, Garuda Indonesia Group telah menyesuaikan harga tiketnya sesuai supply dan demand," ujar Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Tbk, M Ikhsan Rosan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/1/2019).

Ikhsan menambahkan, beberapa rute penerbangan sudah mulai menunjukkan demand normal, yaitu rute ke Denpasar, Yogyakarta, dan Surabaya.

Di rute tersebut pada jam-jam tertentu Garuda telah memberlakukan harga moderat atau lebih rendah dengan potongan hingga 50 persen setelah sebelumnya dominan menawarkan harga batas atas.

"Masyarakat dapat mengunjungi web resmi Garuda Indonesia Group atau web online travel agent (OTA) atau melalui travel agent untuk melakukan transaksi untuk mendapatkan harga terbaik tersebut," kata Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan, harga tiket penerbangan pada jam tertentu pada rute-rute tersebut variatif dari harga terendah hingga tertinggi.

Penerapan harga sesuai supply dan demand tersebut perlu dilakukan oleh maskapai untuk memaksimalkan tingkat keterisian pesawat dan memaksimalkan revenue ditengah cost penerbangan yang semakin meningkat.




Close Ads X