Salip Chevron, Produksi Blok Cepu Melonjak Capai 220.000 BPH - Kompas.com

Salip Chevron, Produksi Blok Cepu Melonjak Capai 220.000 BPH

Kompas.com - 14/01/2019, 11:42 WIB
Fasilitas produksi di Blok Cepu, Lapangan Banyu Urip, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat diresmikan pada Rabu (8/10/2014). 



ADI SUCIPTO /KOMPAS Fasilitas produksi di Blok Cepu, Lapangan Banyu Urip, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat diresmikan pada Rabu (8/10/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Produksi Blok Cepu melonjak hingga mencapai 220.000 barrel per hari (bph) yang diproyeksikan akan mampu dipertahankan sampai tahun 2020.

Kementerian ESDM dalam data yang dipantau di Jakarta, Minggu (13/1/2019) mencatat, angka tersebut lebih tinggi daripada yang ada di proposal pengembangan (PoD) yang disetujui di awal, yakni sebesar 165.000 bph.

Peningkatan produksi Blok Cepu ini juga bukan yang pertama kali. Tahun 2017, produksinya meningkat menjadi 185.000 bph dan tahun 2019 ini ditargetkan sebesar 216.000 bph.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengungkapkan peningkatan produksi ini terjadi berkat pemasangan fasilitas alat pendingin (cooler) yang dilakukan ExxonMobil selaku operator Blok Cepu.

Baca juga: Pertamina EP Cepu Bangun Pabrik Gas di Lapangan JBT Bojonegoro

"Blok Cepu itu kan sekarang menyalip Chevron (Blok Rokan), dia awal Plan of Development (POD) 165.000 barrel per hari lalu kami upayakan ke 185.000 brarel per hari, lalu naik ke 220.000 barrel per hari, itu upayanya dengan memasang fasilitas cooler," ucap Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto.

Dengan fasilitas cooler itusebut dia, paling tidak bisa mempertahankan produksi Blok Cepu sesuai Rencana Program dan Anggaran (WP&B) sampai tahun 2020.

Dengan begitu, apabila nanti di tahun 2021 terjadi penurunan bisa teratasi dari produksi lapangan Kedung Keris yang akan mulai beroperasi di akhir tahun 2019 ini.

"Kedung Keris sekarang dalam proses pemasangan pipa, sepanjang enam km untuk masuk di fasilitas Lapangan Banyu Urip," kata Djoko.

Untuk diketahui, ExxonMobil selaku operator pertama kali menemukan lapangan Banyu Urip dengan cadangan mencapai 450 juta barrel.

Mulai berproduksi pada 2008 dengan kapasitas 20.000 barrel sehari di 2009, dan terus naik sampai sekarang.

Pada awal bulan Desember 2018, cadangan Blok Cepu meningkat setelah operator melakukan pembaruan data seismik reprocessing guna meningkatkan gambaran di bawah permukaan tanah.

Cadangan Lapangan Banyu Urip mengalami penambahan dari 729 juta barrel menjadi 823 juta barrel.

Kemudian pada tahun 2011, ExxonMobile menemukan cadangan baru di lapangan Kedung Keris dan akan beroperasi penuh pada Kuartal III tahun 2019 dengan proyeksi penambahan produksi sebesar 10.000 bph.

Kini, Blok Cepu didaulat sebagai andalan utama lifting minyak nasional menggeser Blok Rokan yang hanya memproduksi rata-rata 190.000 bph lantaran masuk dalam kategori tua.

"Secara alamiah, kalau minyak diambil terus menerus ya abis," ujar Djoko.

Meski demikian, keduanya tetap merupakan tumpuan produksi dan lifting minyak nasional. Secara umum, lifting minyak pada tahun 2018 mencapai 778 Million Barrel Oil Per Day (MBOPD). Sedangkan lifting gas sebesar 1.139 Million Barrel Oil Equivalent Per Day (MBOEPD).



Close Ads X