Berita Populer: Tiket Pesawat ke Jakarta Mahal hingga Sri Mulyani Tak Mau Gaduh

Kompas.com - 15/01/2019, 05:07 WIB
Ilustrasi tiket pesawat THINKSTOCKIlustrasi tiket pesawat

1. Kenapa Tiket Pesawat ke Jakarta Lebih Mahal daripada ke Kuala Lumpur?

Meroketnya harga tiket pesawat dengan rute domestik membuat sebagian orang menjerit. Pasalnya, harga tiket domestik dianggap lebih mahal ketimbang ke luar negeri.

Warga Aceh misalnya, untuk ke Jakarta mereka lebih memilih terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, terlebih dahulu sebelum ke Ibu Kota. Sebab, harga tiket pesawatnya lebih murah ke negeri jiran terlebih dahulu ketimbang langsung ke Bandara Soekarno-Hatta.

Kompas.com mencoba membandingkan harga tiket untuk keberangkatan Minggu (13/1/2019). Tiket penerbangan dari Banda Aceh menggunakan maskapai Air Asia pukul 11.10 via Kuala Lumpur dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 19.30 hanya Rp 716.800.

Bandingkan dengan penerbangan jam yang sama menggunakan maskapai Lion Air dari Banda Aceh pukul 06.00 WIB via Bandara Kuala Namu, Medan, seterusnya menggunakan maskapai Batik Air dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pukul 12.20 WIB dengan harga Rp 3.012.800.

Selengkapnya baca di sini

Baca juga: Tarif Tiket Pesawat Turun, INACA Minta Pertamina Turunkan Harga Avtur


2. Tutup 26 Gerai dan PHK 532 Karyawannya, Ini Penjelasan Hero Supermarket

Mengalami kerugian pada bisnis makanan, PT Hero Supermarket Tbk ( HERO) terpaksa harus menutup 26 gerainya baik yang terdiri dari gerai Giant dan Hero serta harus memangkas 523 karyawan.

GM Corporate Affairs PT Hero Supermarket Tbk Tony Mampuk mengatakan, per September 2018 penjualan bisnis makanan turun 6 persen ketimbang tahun sebelumnya.

"Akibatnya, kami mengalami kerugian operasional Rp 163 miliiar dan angka ini jauh lebih buruk ketimbang kerugian ditahun sebelumnya," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (14/1/2018).

Menurut Tonny, secara konsolidasi perusahaan memang masih mendapatkan keuntungan jika digabungkan dengan bisnis nonmakanan, yakni Guardian dan IKEA, namun secara fundamental bisnis makanan merugi dan cukup memberi imbas yang cukup besar pada kinerja keuangan.

Selengkapnya baca di sini

Baca juga: HERO Tutup 26 Gerai, Terpukul E-Commerce?


3. Tutup Gerai di Neo Soho, Central Department Store Gelar "Closing Down Sale"

PT Central Retail Indonesia mengkonfirmasi akan menutup satu gerai Central Departement Store pada bulan depan. Peritel fesyen asal Negeri Gajah Putih tersebut akan menutup gerai di NeoSoho pada 18 Februari 2019 mendatang.

Sunny Setiawan, Managing Director PT Central Retail Indonesia membenarkan kabar akan menutup gerai yang dibuka sejak taun 2016 tersebut. Terkait hal itu, perusahaan akan melakukan closing down sale mulai 14 Januari 2019 sampai hari penutupan. “

Ya, confirmed Central NeoSoho akan kami tutup. Detailnya nanti akan diinfo oleh PR ya agar serentak,” ujarnya.

Berdasarkan surat pengumuman resmi perusahaan, keputusan penutupan gerai dilakukan karena performa yang tidak sesuai harapan. Penutupan dilakukan setelah perusahaan melakukan evaluasi terhadap para penyewa mal dan traffic pengunjung.

baca selengkapnya di sini

Baca juga: Tutup 26 Gerai, Hero Supermarket PHK 532 Karyawan

4. "Tak Mau Gaduh, Sri Mulyani Janji Hati-Hati Pungut Pajak "E-Commerce"

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjanjikan, pihaknya tidak akan memungut pajak secara sembarangan, termasuk pajak Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik atau e-commerce.

Seperti diketahui, belum lama ini terbit aturan pajak e-commerce. Aturan itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik.

"Kami memungut pajak juga dengan sangat hati-hati," ujarnya dalam seminar di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (14/1/2019).

"Tentu saya sebagai Menteri Keuangan harus terus menjaga iklim investasi sehingga ketakutan tidak perlu terjadi," sambungnya.

Selengkapnya baca di sini

Baca juga: Sri Mulyani: Orang Indonesia Dengar Pajak Kepalanya Langsung Korslet...

5. Sri Mulyani Disebut Jadi Kandidat Presiden Bank Dunia, Ini Komentar Luhut

Nama Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati disebut-sebut menjadi kandidat Presiden Bank Dunia yang baru. Kabar ini muncul pasca pengumuman mundurnya Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim pada Senin (7/1/2019) lalu.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut danggap punya kapasitas mumpuni. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pun menanggapi hal ini dengan positif.

"Bisa-bisa saja (Sri Mulyani jadi Presiden Bank Dunia), kenapa tidak?" kata Luhut kepada awak media di kantornya, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Selengkapnya baca di sini

Baca juga: Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim Mengundurkan Diri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.