Dollar AS Melemah, Harga Emas Naik

Kompas.com - 15/01/2019, 08:39 WIB
IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

CHICAGO, KOMPAS.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Senin (14/1/2019) waktu setempat (Selasa pagi WIB). Kenaikan harga logam mulia itu ditopang oleh melemahnya dollar AS dan merahnya pasar saham Amerika Serikat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik 1,80 dollar AS atau 0,14 persen, menjadi ada 1.291,30 dollar AS per ounce.

Sementara indeks dollar AS turun 0,14 persen menjadi 95,55 pada pukul 18.29 GMT.

Emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS turun maka emas berjangka biasanya naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Baca juga: Harga Jual Emas Antam Turun Rp 3.000

Logam mulia ini juga mendapat dukungan tambahan dari saham-saham di Wall Street karena Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan indeks komposit Nasdaq berada di zona merah.

Ketika pasar ekuitas turun, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari aset-aset safe haven seperti emas.

Adapun perak untuk pengiriman Maret naik 3,0 sen AS atau 0,19 persen, ditutup pada 15,686 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 15,5 dollar AS atau 1,89 persen, menjadi 802,50 dollar AS per ounce.




Close Ads X