DP 0 Persen Kredit Kendaraan, Diancam YLKI hingga Ditentang Menteri

Kompas.com - 16/01/2019, 06:31 WIB

Sementara itu, bagi masyarakat kata Budi, kebijakan DP 0 persen untuk kredit mobil dan motor bisa membuat lebih mudah mengambil kredit kendaraan tanpa perhitungan yang matang.

"Karena merasa tidak ada risiko apa-apa, dia ambil dua atau tiga bulan selesai. Jadi lebih baik mereka harusnya punya tanggung jawab, di depan itu harusnya ada uang muka," kata Budi.

Kementerian Perhubungan sendiri sudah menggelontor triliunan rupiah untuk menyediakan angkutan umum yang nyaman dan aman. Hal ini dilakukan agar pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum.

Namun dengan aturan DP 0 persen, dikhawatirkan penggunaan kendaraan pribadi akan melonjak tajam.

Dampak Kecil ke Kredit

Kebijakan DP 0 persen kredit kendaraan bermotor sendiri diyakini bisa mendongkrak pertumbuhan kredit bermotor.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution setuju dengan hal itu. Namun menurutnya, dampaknya kepada pertumbuhan kredit kendaraan tak akan besar.

Sebab kata Darmin, ketentuan DP 0 persen kredit kendaraan bermotor bukan hal baru. Beberapa perusahaan pembiayaan keuangan sudah berani menerapkan hal tersebut.

"Ada juga dampaknya tetapi tidak terlalu besar," kata dia.

Hal ini berbeda dengan bank. Bank dinilai tak berani memberikan fasiltas serupa. Sebab kata Darmin, bank tidak mau bekerja repot seperti perusahaan pembiayaan.

Otoritas Jasa Keuangan sendiri rencananya akan memberikan penjelasan terkait Peraturan OJK (POJK) No. 35/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang menuai pro dan kontra pada Rabu (16/1/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X