November 2019, Kawasan Terpadu Labuan Bajo Ditargetkan Beroperasi

Kompas.com - 16/01/2019, 14:46 WIB
Dirut PT ASDP FerryIra Puspadewi (kiri), Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (Kedua kiri), Bupati Manggarai Barat Agustinus CH Dula (ketiga kiri) dan Komisaris utama PT ASDP Ferry Lalu Sudarmadi (kanan) meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (30/11/2018). TPI yang dibangun di atas lahan seluas 4.678 m2 dan lebih moderen oleh PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ferry Indonesia itu memiliki lahan parkir luas, tempat penarikan uang kas atau ATM dan kios komersial sebanyak 50 unit serta mampu menampung 136 pedagang ikan dan memiliki pelabuhan yang dapat menampung 680 kapal nelayan dengan kapasitas rata-rata tujuh gross tone (GT). ANTARA FOTO/KORNELIS KAHADirut PT ASDP FerryIra Puspadewi (kiri), Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (Kedua kiri), Bupati Manggarai Barat Agustinus CH Dula (ketiga kiri) dan Komisaris utama PT ASDP Ferry Lalu Sudarmadi (kanan) meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (30/11/2018). TPI yang dibangun di atas lahan seluas 4.678 m2 dan lebih moderen oleh PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ferry Indonesia itu memiliki lahan parkir luas, tempat penarikan uang kas atau ATM dan kios komersial sebanyak 50 unit serta mampu menampung 136 pedagang ikan dan memiliki pelabuhan yang dapat menampung 680 kapal nelayan dengan kapasitas rata-rata tujuh gross tone (GT).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah membangun Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Proyek area komersial yang dibangun merupakan bagian dari program pengembangan Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo yang meliputi pembangunan marina, hotel serta pengembangan dermaga penyeberangan dengan total investasi sebesar Rp 398 miliar.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menargetkan kawasan tersebut bisa beroperasi penuh pada November 2019.

"Di sana ada area komersil, hotel bintang 4 dan marina. Kira-kira Maret retail sudah jalan. Untuk hotelnya Agustus, full betul (operasinya) Oktober atau November (2019)," ujar Ira di kantornya, Rabu (16/1/2019).

Baca juga: ASDP Inginkan TPI Labuan Bajo Jadi Pusat Wisata Kuliner

Ira berharap dengan adanya Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo dapat mendongkrak wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Di sektor pariwisata yang sedang kita lakukan menciptakan destinasi wisata baru. Orang ke pelabuhan jadi tidak hanya menyeberang, tapi mendapatkan experience," kata Ira.

Baca juga: ASDP Targetkan Layani 8,6 Juta Penumpang di 2019

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meresmikan kapal wisata Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Komodo dan Dermaga Pulau Rinca di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/12/2018).

Kehadiran KMP Komodo yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bertujuan agar masyarakat dan wisatawan bisa memanfaatkan transportasi laut yang aman, nyaman dan terjangkau menuju Pulau Komodo, Pulau Padar dan Pink Beach.

"Saya terus mendukung agar ASDP tidak hanya mendorong konektivitas antar-pulau tetapi juga mampu mendorong pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat," kata Rini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X