Pengusaha Ritel: Ini Pertempuran, Tolong Pemerintah Adil...

Kompas.com - 16/01/2019, 22:12 WIB
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta di Jakarta, Rabu (16/1/2019)KOMPAS.com/YOGA SUKMANA Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta di Jakarta, Rabu (16/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia ( Aprindo) Tutum Rahanta meminta pemerintah memberikan keadilan perlakuan kepada pengusaha ritel.

Hal ini diminta lantaran banyak usaha ritel yang menutup gerainya. Contoh terbaru yakni ditutupnya 26 gerai HERO. Ditengarai salah satu penyebabnya yakni belum adilnya perlakukan kepada pengusaha ritel dengan e-commerce.

"Kalau demand-nya besar siapapun yang tidak kompetitif pasti kebagian rejeki. Tapi kalau demand-nya sedikit siapapun pelaku usaha pasti ada yang mati. Ini pertempuran," ujar Tutum di acara diskusi Bisnis PAS FM, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

"Ada yang katakan soal shifting (ke online). Ada korelasi enggak? ada. Nah kami selalu minta pemerintah, tolong berikan keadilan," sambung dia.

Baca juga: Tutup 26 Gerai, Hero Supermarket PHK 532 Karyawan

Aprindo mengapresiasi pemerintah yang mengeluarkan aturan soal pajak e-commerce belum lama ini. Meski dinilai telat, baginya hal ini akan memberikan keadilan dari sisi membayar pajak.

Namum Aprindo menilai masih ada hal lain yang harus diatur oleh pemerintah. Misalnya terkait barang yang dijual bebas oleh para pedagang online. Menurut dia, produk tersebut harus berizin dan layak edar.

"Produk-produk yang dijual di dalam negeri itu betul-betul produk yang diizinkan seperti contohmya ada izin BPOM," kata dia.

"Kalau yang lain (pedagang online) tidak melakukan hal yang sama, saya kira itu yang produk luar akan beredar dengan tidak resmi. Ini yang membahayakan industri hilir," sambung Tutum.

Ia berharap, pemerintah menerapkan aturan yang sama kepada pelaku usaha e-commerce hingga tercipta keadilan dalam berusaha.




Close Ads X