Chevron Lifting Perdana untuk Pertamina

Kompas.com - 17/01/2019, 17:09 WIB
Ilustrasi minyakSHUTTERSTOCK Ilustrasi minyak

JAKARTA, KOMPAS.com - Chevron Pasific Indonesia selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) melakukan memproduksi minyak yang siap jual (lifting) untuk PT Pertamina (Persero). Hal ini pertama kalinya dilakukan Chevron kepada perusahaan dalam negeri. Sebelumnya, sebagian besar minyak mentah bagian Chevron dijual untuk ekspor.

"Ini menjadi sebuah torehan sejarah baru, karena baru kali ini lifting minyak Chevron untuk Pertamina," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi dalam keterangan tertulis, Kamis (17/1/2019).

Adapun besaran minyak mentah yang dijual mencakup 200.000 BBLS jenis Sumatran Light Crude (SLC) tujuan Kilang RU V Balikpapan. Minyak mentah diangkut menggunakan tanker MT Griya Cirebon. Lifting minyak mentah yang dilakukan Chevron untuk Pertamina dilaksanakan sebagai tindaklanjut implementasi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 42 Tahun 2018 mengenai Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.

Kegiatan lifting perdana tersebut ditandai dengan pembukaan valve yang mengalirkan minyak mentah dari Kilang Dumai ke tanker MT Griya Cirebon pada Selasa (15/1/2019). Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Parulian Sihotang, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola dan Hubungan Kelembagaan Sampe Purba, Tenaga Ahli Kepala Kantor Staf Presiden Trijoko Mohamad Solehoedin, VP Supply and Export Operation Pertamina Agus Witjaksono dan Senior Vice President Policy Government and Public Affairs CPI Wahyu Budiarto.

Baca juga: Ini Jurus Pertamina Tekan Impor Minyak

Lifting minyak mentah untuk Pertamina dilakukan untuk mengurangi impor minyak mentah. Selain itu, menyerap lifting minyak dari KKKS juga menekan biaya transportasi.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mendorong agar PT Pertamina Persero membeli lifting minyak mentah dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Dengan demikian, ekspor minyak mentah tak lagi dilakukan kontraktor asing, tapi oleh Pertamina.

"Sekarang kita bikin kebijakan bahwa Pertamina harus diberikan tawaran, harus beli semua lifting minyak mentah Indonesia," ujar Jonan.

Diketahui, produksi minyak mentah di Indonesia sekitar 700.000-800.000 barrel per hari. Jonan mengatakan, selama ini produksi minyak mentah milik KKKS seperti Chevron, Exxon, Conoco Philips, dan ENI biasanya dijual ke luar negeri. Sementara minyak mentah bagian pemerintah diserahkan ke Pertamina. Pertamina pun membeli minyak dari KKKS dengan harga pasar.



Close Ads X