Gula Rafinasi Dijual Bebas secara Online...

Kompas.com - 17/01/2019, 17:40 WIB
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Veri Anggriono di Jakarta, Kamis (17/1/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANADirektur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Veri Anggriono di Jakarta, Kamis (17/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan ( Kemendag) mengungkapan, banyak barang yang tak memenuhi ketentuan dijual bebas secara online. Salah satunya adalah gula untuk keperluan industri makanan dan minuman atau gula rafinasi.

"Beberapa waktu yang lalu gula rafinasi di perdagangkan secara online," ujar Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggriono di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

"Nah ini kan agak janggal ya, padahal kan gula tafinasi diperuntukan bagi industri makanan dan minuman. Itu sudah kita amankan," sambung dia.

Baca juga: Jual Gula Rafinasi, Izin Usaha 6 Perusahaan Dicabut

Menurut Veri, gula rafinasi yang dijual bebas secara online itu dijual dalam bentuk karungan. Veri menyebut berat karung gula rafinasi itu mencapai 50 kilogram.

Kementerian Perdagangan kata dia sudah mengamankan gula dan pelaku penjualan gula rafinasi tersebut.

"Memang tidak dalam jumlah banyak mereka lakukan perdagangan, tetapi ini melanggar.  Gula rafinasi ini kan dikhususkan untuk industri dan tidak seyogianya didaftarkan di online," kata dia.

"Dari hasil pengawasan kami terhadap peredaran gula rafinasi, kebanyakan yang melakukan pelanggarannya industri penggunanya, bukan produsen," sambung Veri.

Baca juga: Gula Rafinasi Rembes, 3 Perusahaan Kena Jewer Pemerintah

Sebelumnya, Kemendag mencabut izin Usaha 6 perusahaan industri makanan-minuman sepanjang 2018. Hal ini menyusul rembesnya gula rafinasi ke pasar.

Menurut Veri, 6 perusahaan tersebut terbukti menjual gula rafinasi untuk industri tersebut ke pasaran.

"Itu ada di wilayah Jabodetabek, Yogyakarta dan Jawa Tengah dan sekitarnya ada," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Whats New
Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X