Pengamat Minta Jiwasraya Fokus Jual Produk Asuransi Murni

Kompas.com - 17/01/2019, 19:40 WIB
Ilustrasi asuransi.Thinkstock Ilustrasi asuransi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menyoroti permasalahan yang membelit PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Permasalahan ini terkait polis produk JS Saving Plan.

Untuk menangani permasalahan tersebut, Irvan memandang manajemen Jiwasraya harus menghentikan penjualan produk JS Saving Plan.

Ini lantaran kasus tunda bayar polis JS Saving Plan terjadi karena adanya kesalahan manajemen yang lalu dalam menempatkan portofolio investasi yang menyebabkan perusahaan kesulitan likuiditas.

"Nomor satu stop Saving Plan itu. Saving lan itu sifatnya investasi bukan proteksi saja dan kedua dia harus membuat profiling yang sangat detail supaya tidak salah penempatan," ujar Irvan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Baca juga: Menteri BUMN Sebut Pemerintah Kantongi Solusi soal Kondisi Jiwasraya

Seperti diketahui, saat ini manajemen Jiwasraya yang baru telah menawarkan opsi perpanjangan masa polis (roll over) dengan kompensasi bunga 7 persen dibayar di muka kepada para nasabahnya yang mengalami tunda bayar klaim produk JS Saving Plan.

Selain langkah tersebut, Irvan mengungkapkan, untuk memperkuat likuiditasnya Jiwasraya diharapkan fokus menjual kembali produk murni asuransi seperti asuransi kecelakan, asuransi kesehatan dan lain-lain.

"Selain itu, digitalisasi, menjual melalui digital. Aset non produktif seperti gedung-gedung tua dikerja samakan, dan dioptimalkan," jelas Irvan.

Baca juga: JIwasraya Hentikan Penjualan Produk Saving Plan

Sejauh ini, Jiwasraya telah memiliki sejumlah strategi dalam rangka meningkatan kinerja perseroan sepanjang 2019 dan memenuhi kewajiban polis produk JS Saving Plan.

Pertama, manajemen akan meningkatkan penjualan produk asuransi Jiwasraya kepada peserta baru, dan menambah manfaat produk asuransi kepada peserta eksisting. Kedua, mengembangkan varian produk asuransi Jiwasraya yang sifatnya lebih simple dan kekinian seperti asuransi mikro dengan premi yang ringan.

Ketiga, melakukan efisiensi dengan mengembangkan platform digital. Keempat, meningkatkan pemanfaatan aset-aset yang tidak produktif. Manajemen juga akan membenahi penempatan portofolio investasi sehingga tidak lagi mengalami ketidakcocokan yang menggangu likuiditas.




Close Ads X