Arah Kebijakan Suku Bunga Hampir Capai Puncak, Ini Penjelasan BI

Kompas.com - 17/01/2019, 19:44 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ketika ditemui awak media selepas Sholat Jumat di kawasan Bank Indonesia, Jumat (19/10/2018).Kompas.com/Mutia Fauzia Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ketika ditemui awak media selepas Sholat Jumat di kawasan Bank Indonesia, Jumat (19/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, arah kebijakan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) hampir mencapai puncaknya. Saat ini, tingkat suku bunga BI sebesar 6 persen setelah tahun lalu telah mengalami kenaikan hingga 175 basis points (bps).

Sehingga bisa dikatakan, BI yang mengikuti kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) cenderung akan kembali menahan suku bunganya dalam beberapa waktu ke depan.

Sebab, Perry mengatakan, kenaikan suku bunga The Fed, Fed Fund Rate (FFR) yang diperkirakan masih akan terjadi dua kali lagi sudah diantisipasi oleh BI pada kenaikan suku bunga BI7DRRR di November 2018 lalu.

"Bahwa rencana kenaikan The Fed di Desember lalu sampai Maret sudah kami atasi di November 2018," jelas Perry saat memberikan keterangan pers di Gedung BI, Kamis (17/1/2019).

Baca juga: Awal Tahun, BI Tahan Suku Bunga di 6 Persen

Selain karena kebijakan moneter The Fed yang dinilai lebih moderat tahun ini, inflasi yang tetap rendah di 2019, yaitu di titik tengah kisaran target 3,5 plus minus 1 persen menjadi faktor pertimbangan lain mengapa BI mungkin tidak akan mengerek suku bunga seagresif tahun lalu.

Perry pun menegaskan, BI masih konsisten untuk berupaya menurunkan defisit neraca berjalan (CAD) yang diprediksi masih akan di atas 3 persen di 2018 dan ditargetkan bisa ditekan hingga 2,5 persen pada 2019 ini. Selain itu, BI juga masih berupaya untuk menjaga daya tarik atau imbal hasil aset keuangan domestik.

" Suku bunga kebijakan BI sudah hampir mencapai puncaknya, saya tidak harus mengatakan seperti apa setiap bulanaakan kami assesment sesuai dengan perkemabangan yang ada terutama dari sisi inflasi dalam negeri yang rendah," ujar dia.

Walaupun demikian, Perry mengataan, stance atau arah kebijakan BI tetap hawkish, preemptive dan forward looking.



Close Ads X