Jelang Pemilu, Permintaan Daging Sapi Diprediksi Meningkat

Kompas.com - 17/01/2019, 22:23 WIB
PT Estika Tata Tiara, Tbk melakukan penandatanganan MOU dengan International Livestock Exports Pty Ltd dari Australia, pada Rabu (16/01) di Jakarta, untuk pengadaan 20.000 ekor sapi Bakalan pada tahun 2019. Dok. PT Estika Tata Tiara TbkPT Estika Tata Tiara, Tbk melakukan penandatanganan MOU dengan International Livestock Exports Pty Ltd dari Australia, pada Rabu (16/01) di Jakarta, untuk pengadaan 20.000 ekor sapi Bakalan pada tahun 2019.

 

 JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang berlangsungnya pesta demokrasi pemilihan umum ( pemilu), permintaan daging sapi diperkirakan bakal meningkat. Hal ini sejalan pula dengan persiapan menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Grace Adoe, Direktur Pemasaran perusahaan pengolahan daging sapi PT Estika Tata Tiara Tbk (KIBIF), menjelaskan bahwa kebutuhan konsumsi sapi di tengah masyarakat Indonesia cenderung mengalami peningkatan, terlebih menjelang Hari Raya seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Selain antisipasi lonjakan permintaan Sapi jelang Hari Raya, KIBIF juga turut mengantisipasi lonjakan permintaan daging sapi jelang pemilu tahun 2019. Menurutnya, momentum pemilu juga kerap mengakibatkan permintaan masyarakat terhadap daging sapi menjadi bertambah.

“KIBIF memahami hal tersebut, sehingga kami merasa perlu mengambil langkah antisipasi dengan mendatangkan 20.000 ekor sapi bakalan ke Indonesia, untuk penuhi permintaan domestik," ungkap Grace dalam pernyataannya, Kamis (17/1/2019).

Baca juga: Produsen Daging Sapi Olahan KIBIF Melantai di BEI

Sapi tersebut, imbuh Grace, mulai didatangkan pada Januari 2019 ini, bekerja sama dengan pemasok sapi bakalan asal Australia International Livestock Exports Pty Ltd.

Sapi tersebut diangkut melalui jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Priok, sebelum ditempatkan di peternakan KIBIF di Subang, Jawa Barat.

Yustinus Sadmoko, Direktur Utama Estika Tata Tiara menuturkan, langkah ini merupakan salah satu bentuk komitmen perseroan yang menggunakan 45 persen dari perolehan dana pencatatan saham perdana (IPO) sebesar Rp 128 milliar, untuk keperluan pengadaan bahan baku sapi hidup.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X