Ajarkan Anak Kelola Uang sejak Kecil Biar Saat Dewasa Bisa Sejahtera

Kompas.com - 18/01/2019, 05:54 WIB
IlustrasiDOUGHMAIN Ilustrasi

BANDUNG, KOMPAS.com - Mengajarkan anak mengelola keuangan ternyata sangat bermanfaat untuk kehidupannya kelak.

Financial Planner Prita Hapsari Ghozie mengatakan, anak yang dapat ilmu dalam mengelola uang dipastikan bisa sejahtera pada saat dewasa nanti.

“Anak yang mendapatkan kemampuan mengelola uang pada saat bekerja akan lebih sejahtera dibanding yang tidak. Itu sudah pasti,” kata Prita dalam Parenting Talkshow bertajuk ‘Anak Terampil Kelola Uang di Era Digital di SD Negeri Babakan Surabaya, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Kamis (17/1/2019).

Selain lebih sejahtera ke depannya, anak yang dibekali oleh kempuan mengelola uang dipastikan mampu bertahan hidup ketika kondisi krisis.

“Intinya anak nantinya akan mampu fleksibel dan menyesuaikan kondisi. Misalnya lagi krisis dia akan memiliki kemampuan untuk bertahan karena mampu mengelola uang dan emosinya,” ucapnya.

Peran orangtua menjadi sangat krusial dalam mengajarkan pengelolaan keuangan. Orangtua wajib memberikan contoh pengelolaan uang yang matang terlebih dahulu sebelum memberikan pelajaran kepada anak.

“Sederhananya bagi untuk zakat infak sedekah 5 persen, kemudian dana darurat, asuransi 10 persen. Kemudian biaya hidup termasuk cicilan 60 persen, lalu investasi 15 persen, dan sisanya 10 persen untuk gaya hidup. Untuk anak kita bisa kita masukin biaya hidup termasuk uang sekolah. Tetapi kalau anak punya keinginan boleh juga masuk ke pos gaya hidup,” tuturnya.

Ketika orangtua sudah konsisten menerapkan pengelolaan keuangan, baru kemudian anak diajarkan untuk membagi uang dimilikinya ke dalam tiga sektor sederhana.

“Untuk anak kita kelompokkan menjadi tiga pos, pos belanja, pos nabung dan pos donasi. Kalau anak dapat uang, setengahnya buat belanja sepertiganya dipakai untuk saving, sisanya bisa dipakai untuk donasi,” tuturnya.

Tiga pos tersebut menurut Prita harus dibagi secara seimbang. "Anak kalau tahunya nabung, dia enggak tahu belanja yang bijak itu seperti apa, memilih barang dia enggak tahu. Intinya, anak itu harus bisa belanja, saving (menabung) dan donasi," terangnya.

Dalam rangka mendukung pengajaran anak dalam mengelola keuangan, Citi Indonesia (Citibank) bekerjasama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) mengimplementasikan program Digital Financial Literacy for Children dengan memberikan motivasi pada orang tua untuk memahami lebih jauh serta mengajarkan pengelolaan uang kepada anak di era digital yang serba cepat, mudah dan instan.

Digital Financial Literacy for Children ini dimaksudkan untuk memanfaatkan tren penggunaan gawai bagi anak-anak digital native ke arah yang positif dengan memasukkan modul-modul edukasi keuangan dan pendekatan interaktif yang aman, komprehensif dan menyenangkan bagi anak-anak.

"Selain seminar, kami juga mengenalkan kepada anak tentang pengelolaan keuangan dengan baik. Pembelajarannya disampaikan melalui gawai, ada mentor dan guru," ujar Director Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki.

Dalam program tersebut orangtua dan anak diberikan modul berisi informasi berbagai profesi pekerjaan, lalu pembelajaran dasar keuangan antara keinginan dan kebutuhan, dan implementasi pengeluaran untuk donasi.

"Belanja itu ada caranya, menabung ada caranya. Basicnya pola keuangan yang serius tapi disampaikan sederhana. Outputnya kami berharap si anak ini bisa bijak dan tahu apa bedanya kebutuhan dan keinginan dalam menggunakan keuangannya," tandasnya.




Close Ads X