Mengenal Agen Penjual Efek Reksa Dana di Indonesia

Kompas.com - 18/01/2019, 08:08 WIB
IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi

Merujuk informasi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per tanggal 26 Desember 2018 jumlah investor reksa dana berdasarkan pembentukan Single Investor Identification (SID) adalah sebanyak 988.946. 

Pertambahan jumlah investor reksa dana yang pesat ini tidak terlepas dari peranan perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana ( APERD). Apa saja perusahaan APERD yang ada di Indonesia? 

Metode pemasaran reksa dana berkembang dari waktu ke waktu. Pada awal reksa dana baru ada di Indonesia, pemasaran dilakukan secara langsung oleh perusahaan sekuritas atau manajer investasi yang menjadi penerbit reksa dana. Namun yang dipasarkan hanya produk mereka sendiri.

Seiring dengan waktu, pemasaran reksa dana dilakukan via Bank yang bertindak sebagai Agen Penjual. Produk yang dijual biasanya berasal dari beberapa perusahaan manajer investasi namun biasanya lebih terbatas kepada nasabah prioritas dengan minimum investasi yang relatif besar.

Terbitnya Peraturan OJK Nomor 39/POJK.04/2014 Tentang Agen Penjual Efek Reksa Dana, memberikan keleluasaan dalam pendirian perusahaan APERD. Sebagai contoh, jika dulu APERD identik dengan bank, melalui peraturan tersebut bisa perusahaan sekuritas, perusahaan asuransi, perusahaan pos dan giro, perusahaan pergadaian, perusahaan pembiayaan, dana pensiun juga bisa mengajukan izin sebagai APERD.

Perusahaan sekuritas yang sebelumnya hanya diperbolehkan memasarkan produk reksa dana dari perusahaan atau grup sendiri menjadi bisa memasarkan produk reksa dana dari perusahaan manajer investasi lainnya.

Selain itu, peraturan juga memberikan kesempatan bagi perusahaan sekuritas yang didirikan khusus sebagai APERD sehingga hanya memasarkan reksa dana saja, tanpa harus menjadi penyelenggara untuk transaksi jual beli saham dan obligasi.

Sejak itu, jumlah perusahaan APERD semakin banyak dan tidak hanya terbatas pada bank saja. Seiring dengan perkembangan pesat pada teknologi informasi dan relaksasi aturan dari OJK tentang Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer – KYC), proses pembukaan rekening bisa dilakukan secara elektronik semakin memudahkan proses pemasaran.

Dengan adanya sentuhan teknologi dan kerjasama dengan perusahaan e-commerce ternama seperti Bukalapak dan Tokopedia, minimum investasi juga semakin rendah. Beberapa perusahaan bahkan sudah menetapkan minimum pembelian yang dimulai dari Rp 10.000.

Sesuai dengan kebijakan di masing-masing perusahaan Manajer Investasi, ada yang hanya melakukan pemasaran sendiri secara langsung, ada yang hanya memasarkan melalui agen penjual seperti dengan bank dan perusahaan sekuritas karena keterbatasan sumber daya, ada juga yang melakukan keduanya.

Hati-hati dengan Investasi Ilegal

Semakin banyak perusahaan agen penjual pada prinsipnya adalah sangat baik karena memberikan banyak pilihan. Namun ada efek negatif yang perlu diwaspadai. Biasanya ketika suatu bidang mulai diminati, bermunculan juga perorangan dan perusahaan investasi bodong yang mencoba menipu masyarakat dengan mengatasnamakan sebagai agen penjual reksa dana.

Untuk itu, sangat penting bagi masyarakat untuk dapat mengenali produk dan perusahaan yang legal dan proses penawaran yang benar. 

Sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 39/POJK.04/2014 Tentang Agen Penjual Efek Reksa Dana, APERD adalah Pihak yang melakukan penjualan Efek Reksa Dana berdasarkan kontrak kerja sama dengan Manajer Investasi pengelola Reksa Dana.

Halaman:



Close Ads X