Penjualan Barang Palsu di Alibaba Diklaim Merosot Tajam

Kompas.com - 18/01/2019, 13:32 WIB
Gedung Utama Alibaba Campus di distrik Xixi, Hangzhou, China, Senin (16/4/2018) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAGedung Utama Alibaba Campus di distrik Xixi, Hangzhou, China, Senin (16/4/2018)

BEIJING, KOMPAS.com - Raksasa e-commerce asal China Alibaba menyatakan telah berhasil menurunkan penjualan barang palsu di platform marketplace-nya, Taobao. Pada tahun 2018 lalu, sekitar 1 dari setiap 10.000 pemesanan di Taobao melibatkan penjualan barang abal-abal, kata Alibaba.

Dikutip dari The Straits Times, Jumat (18/1/2019), dalam laporan perlindungan hak kekayaan intelektual tahunannya, Alibaba menyatakan beberapa upaya berhasil menekan penjualan barang palsu di Taobao. Upaya itu antara lain penggunaan analisis berdasarkan big data, kerja sama dengan merek-merek, dan penegakan hukum.

"Sumber-sumber barang palsu ditempatkan pada tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, ruang bagi pengedar barang palsu pun kian dipersempit pada tahun lalu," kata chief of platform governance Alibaba Zheng Junfang.

Baca juga: Alibaba Buka Pusat Gudang Logistik Pertama di Eropa

Zheng pun menuturkan, pada tahun lalu keluhan pelanggaran hak kekayaan intelektual oleh merek turun 32 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Alibaba juga telah mencabut 96 persen barang yang diduga melanggar hak kekayaan intelektual sebelum dijual.

"Ini adalah pertama kalinya semua indikator dalam hal penjualan barang palsu secara online menunjukkan penurunan tajam," ujar Zheng.

Dalam beberapa tahun terkakhir, Alibaba secara terang-terangan menunjukkan perlawanannya terhadap barang abal-abal. Bahkan, Alibaba membentuk institut riset khusus untuk menyusun aturan mengenai perlindungan hak kekayaan intelektual.

Namun demikian, Taobao masih masuk ke dalam daftar hitam pemerintah AS terkait marketplace online dan fisik. Sebab, pemerintah AS menyatakan Taobao memfasilitasi pembajakan dan peredaran barang palsu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Whats New
Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X