Berita Populer: Sandiaga Berhenti Bisnis karena JK hingga Darmin soal Tak Perlu Infrastruktur

Kompas.com - 21/01/2019, 05:38 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno bersiap sebelum debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno bersiap sebelum debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

1. Sandiaga Cerita Soal Berhenti Berbisnis karena Nasihat JK

Calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno bercerita soal keputusannya berhenti dari dunia bisnis setelah terjun ke politik. Sandi mengatakan, dirinya khawatir jika terus berbisnis sembari berkecimpung di dunia politik bisa berakhir memperdagangkan politik atau mempolitikkan dagang, seperti kata Jusuf Kalla yang dia akui sebagai mentor.

"Pak JK itu mentor saya, kenapa saya meninggalkan dunia usaha. Karena saya khawatir kalau saya terus di dunia usaha dan berpolitik Pak JK bilang, 'Usaha baik berdagang baik, tapi jangan mencampuradukkan keduanya karena akhirnya bisa memperdagangkan politik dan memolitikkan dagang,'" ujar Sandi dalam acara Millenial Summit 2019 di Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

Oleh karena itulah, pada 2015 Sandi mulai meninggalkan dunia bisnis yang telah dia geluti selama bertahun-tahun.

Sandi mengaku, dunia politik sangat berbeda dengan dunia bisnis. Pola pikir dalam menjalani bisnis dan politik pun berbeda. Selain itu, Sandi mengatakan, berdasarkan riset yang dilakukan oleh timnya 50 persen dari milenial yang terlibat dalam surveinya tidak menyukai dunia politik.

"Saya sudah turun kunjungan di 1.000 titik dan saya ketemu 70 persen milenial di acara kami selain emak-emak. Dari report kami 50 persen milenial ini nggak suka politik. Dan ini tantangan dari politisi untuk mnarik milenial," ujar dia.

"Ini berbahaya, karena kata mereka politisi ngebosenin," tutup Sandi.

Baca selengkapnya di sini

Baca juga: Strategi Prabowo-Sandiaga, Naikkan Tax Ratio untuk Tumpas Korupsi

2. Bandara Baru di Yogyakarta Dirancang Bisa Didarati Airbus A380 

New Yogyakarta Internasional Airport ( NYIA) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dirancang bisa didarati pesawat komersial terbesar di dunia. Ditargetkan tahap pertama proyek bisa rampung dan operasi pada April 2019.

"Ini perkembangan yang bagus, kami tadinya tidak mengira bagai begini kecepatannya," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution saat meninjau pembangunan NYIA, Sabtu (19/1/2019).

NYIA punya berbagai kelebihan diantara bandara lain di Indonesia. Salah satunya yakni panjang landasan pacu (runway) yang akan mencapai 3.250 meter. Runway ini akan mampu melayani lalu lintas pesawat kecil hingga jenis pesawat komersil berbadan lebar (wide body), seperti Airbus A380 serta Boeing 747 dan 777.

Saat ini infrastruktur penunjang NYIA termasuk gedung terminal hingga runway terus digenjot. Ditargetkan bisa rampung pada April 2019 untuk tahap awal. Pada bulan itu pula, NYIA akan beroperasi untuk melayani penerbangan internasional.

Halaman Berikutnya
sini
Halaman:



Close Ads X