Berita Populer: Sandiaga Berhenti Bisnis karena JK hingga Darmin soal Tak Perlu Infrastruktur

Kompas.com - 21/01/2019, 05:38 WIB

4. Menko Darmin: Ada yang Bilang Kita Enggak Perlu Infrastuktur...

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebut, ada pihak-pihak yang menilai pembangunan infrastuktur bukanlah hal penting.

"Ada saja orang yang kemudian berani mengatakan, 'Oh kita enggak perlu infrastruktur, kita perlu makan apalah segala macam," ujar Darmin saat meninjau Balai Latihan Kerja di Kulon Progo, Minggu (20/1/2019).

Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia itu, orang-orang tersebut lupa satu hal penting. Infrastuktur perlu dibangun karena indonesia sudah tertinggal jauh dari negara lain.

"Kita sudah ketinggalan 30 tahun. Tanpa dibangun infrastruktur, kita akan sulit mendorong kegiatan ekonomi kita berkembang dengan baik," kata dia.

Baca selengkapnya di sini

Baca juga: Ritel Tutup, Darmin Bilang Dunia Sedang Berubah

5. Lagi, PT INKA Kirim 250 Gerbong Kereta Ke Bangladesh

Bangladesh masih tertarik membeli gerbong kereta api buatan Indonesia yang diproduksi PT INKA (Persero). Setelah pada 2016 dan 2006 lalu sukses mengirim total 200 unit gerbong kerata api.

Tahun ini sebanyak 250 gerbong kereta api kembali diekspor ke Bangladesh. Sebanyak 15 unit gerbong pertama dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (20/1/2019).

Secara simbolis, pelepasan ekspor perdana gerbong kereta dilakukan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. Sebanyak 250 unit gerbong kereta untuk Bangladesh Railway itu masing-masing 50 gerbong tipe broad gauge (BG), dan 200 gerbong tipe meter gauge (MG).

"Untuk kereta tipe BG untuk track dengan lebar 1.676 milimeter, sedangkan kereta tipe MG digunakan pada track dengan lebar 1.000 milimeter," kata Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro.

Baca selengkapnya di sini

Baca juga: Cerita Bos INKA Tembus Pasar Asia Selatan dan Bersaing dengan China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.