Dekat Laut, Pembangunan Bandara NYIA Telah Perhitungkan Ancaman Tsunami - Kompas.com

Dekat Laut, Pembangunan Bandara NYIA Telah Perhitungkan Ancaman Tsunami

Kompas.com - 21/01/2019, 10:12 WIB
Pembangunan terminal Bandara NYIA di Kulon Progo, DI Yogyakarta. Angkasa Pura I menargetkan sebagian terminal bisa digunakan untuk melayani penumpang pada April 2019 ini.KOMPAS.com/ DANI J Pembangunan terminal Bandara NYIA di Kulon Progo, DI Yogyakarta. Angkasa Pura I menargetkan sebagian terminal bisa digunakan untuk melayani penumpang pada April 2019 ini.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport ( NYIA) telah disiapkan dengan baik perihal mitigasi bencana, seperti tsunami.

Bandara yang terletak di Kabupaten Kulonprogo ini hanya berjarak 400 meter dari bibir pantai selatan Yogyakarta.

"Tsunami adalah suatu hal yang memang sudah kita antisipasi. Oleh karena itu, kita telah menunjuk beberapa ahli dari Jepang, ITB, dan UGM. Kita sudah memperhitungkan dengan skala tsunami yang besar, bandara ini tetap bisa eksis secara struktur. Kita sudah antisipasi dengan menyiapkan mitigasinya,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/1/2019).

Budi menyebutkan, untuk memitigasi bencana beberapa antisipasi baik dari sisi struktur maupun operasionalnya telah dilakukan. Salah satunya yakni menanam pohon-pohon dan membuat bangunan sebagai penahan jika terjadi tsunami.

Baca juga: Ada Bandara NYIA, Masyakarat Jangan Jadi Penonton

"Level pertama itu praktis dibuat fleksibel sehingga mitigasi bencana tsunami itu para penumpang, para pengunjung bisa naik ke atas dengan ketinggian floor to floor-nya (jarak antar lantai) 8 meter. Jadi insya Allah sudah kita mitigasi baik dari struktur, maupun kita mitigasi bagaimana operasionalnya,” kata Budi.

Budi menuturkan, pembangunan bandara tersebut terus dikebut. Saat ini progres pembangunan bandara secara menyeluruh mencapai 30 persen.

"Secara menyeluruh itu kurang lebih 30 persen, tapi kalau untuk yang April (2019) kira-kira sudah 60 persen,” ucap dia.



Close Ads X