Berita Populer: 10 "Skill" yang Dibutuhkan Perusahaan hingga Maskapai Pramugari Berbikini

Kompas.com - 22/01/2019, 05:38 WIB
Ilustrasi karierhobo_018 Ilustrasi karier

1. Inilah 10 "Skill" yang Paling Dibutuhkan Perusahaan Tahun 2019

Anda ingin mencoba hal baru di tahun 2019? Atau sedang ingin mengubah karier? Berdasarkan analisis dari laman berjejaring LinkedIn, pada 2019 perusahaan cenderung mencari kandidat yang menguasai kombinasi dari hard skill dan soft skill, dengan kreativitas berada di posisi pertama dalam daftar keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Dikutip dari laman resmi Forum Ekonomi Dunia (WEF), data LinkedIn tersebut senada dengan data Future Jobs Report WEF yang menyimpulkan keterampilan "manusia", seperti orisinalitas, inisiatif, dan pemikiran kritis, cenderung meningkat nilainya di mata para pencari tenaga kerja seiring dengan kemajuan teknologi dan otomatisasi.

"Memperkuat soft skill adalah salah satu investasi terbaik yang bisa Anda lakukan untun berhasil dalam karier, karena hal tersebut tidak akan pernah kedaluwarsa," ujar LinkedIn Learning Editor Paul Petrone.

Baca selengkapnya di sini

Baca juga: Ingin Bangun Karier di Luar Negeri? Cek 5 Negara Pilihan Ekspatriat Ini

2. Maret 2019, Maskapai Pramugari Berbikini Asal Vietnam Terbangi Indonesia

Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka rute baru ke Indonesia mulai triwulan pertama 2019 ini.

Kepastian itu disampaikan langsung Managing Director VietJet Air Do Xuan Quang pada event ASEAN Tourism Forum (ATF) 2019, yang juga dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Do Xuan Quang mengatakan, penerbangan akan dimulai pada Maret 2019 dengan rute Ho Chi Minh-Denpasar, Bali, dengan durasi 3,5 jam. Kemudian pada akhir 2019, rute Ho Chi Minh-Jakarta juga dibuka.

“Saya pastikan bulan Maret 2019 akan terbang ke Denpasar, Bali. Semua persiapan sudah kami lakukan. Enam bulan pertama, kami akan terbang empat kali seminggu, selanjutnya akan menjadi daily atau 7 kali seminggu,” katanya.

Baca selengkapnya di sini

Baca juga: Nguyen Thi Phuong, Miliarder Wanita Pemilik Maskapai Pramugari Berbikini

3. Bagaimana Awal Mula Pramugari VietJet Kenakan Bikini di Pesawat?

Maskapai penerbangan berbiaya rendah VietJet Air dikenal publik lantaran busana renang bikini yang dikenakan pramugarinya dalam penerbangan. Maskapai itu rencananya akan membuka penerbangan ke Indonesia mulai Maret 2019 mendatang.

Lalu, bagaimana awal mula pramugari maskapai tersebut bisa mengenakan bikini dalam sebuah penerbangan?

Strategi pemasaran tersebut bermula dari pemilik VietJet, Nguyen Thi Phuong Thao. Ide mengenakan bikini ini pertama kali dilakukan VietJet pada 2012 atau setahun setelah maskapai ini berdiri.

Baca selengkapnya di sini

Baca juga: Pramugari VietJet Tak Akan Berbikini Saat Beroperasi di Indonesia

4. Harga Saham-saham Grup Bakrie Melonjak, Apa Penyebabnya?

Beberapa saham Bakrie Group menunjukkan penguatan fantastis di awal 2019. Di antaranya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, ada beberapa hal yang mempengaruhi saham saham emiten tersebut menguat di sepanjang tahun. Khusus untuk saham BUMI, Hans menilai sentimen utamanya adalah kenaikan harga batu bara.

"Saat harga batu bara naik, saham BUMI juga naik. Ditambah lagi, saat batu bara naik di tahun lalu, saham BUMI juga belum banyak bergerak, jadi sekarang wakturnya," katanya seperti dilansir Kontan, Minggu (20/1/2019).

Hans mengaku belum mengetahui sentimen khusus yang mendorong saham saham Bakrie Groups naik. Khususnya, Hans menyebut, pasar tengah mengumpulkan beberapa saham Bakrie Group seperti BUMI, ENRG dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Baca selengkapnya di sini

Baca juga: Akhir Tahun Ini, IHSG Diprediksi Bisa Tembus 7.000

5. Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Berpotensi Kena Denda Rp 25 Miliar

Selain meneliti indikasi kartel dari tarif tiket pesawat dan kargo, Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU) juga sudah menelisik rangkap jabatan yang terjadi di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Sriwijaya Air.

Komisioner sekaligus Juru Bicara KPPU Guntur Saragih mengatakan, rangkap jabatan ini bisa mengindikasi adanya persaingan usaha yang tidak sehat.

"Terkait dengan itu, KPPU juga sudah masuk dalam tahap penelitian rangkap jabatan di Garuda dan Sriwijaya," katanya saat ditemui di kantor KPPU, Senin (21/1/2019).

Sebab, berdasarkan Pasal 26 UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha menyebutkan, seseorang yang menduduki jabatan sebagai direksi atau komisaris dari suatu perusahaan, pada waktu yang bersamaan dilarang merangkap menjadi direksi atau komisaris pada perusahaan lain.

Baca selengkapnya di sini

Baca juga: Garuda Klaim Telah Turunkan Harga Tiket Pesawat Hampir di Seluruh Rute



Close Ads X