Ekonomi Indonesia Disebut Setara Haiti, Sri Mulyani Anggap Berbeda Jauh

Kompas.com - 22/01/2019, 17:08 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika ditemui awak media selepas Upacara Peringatan Hari Pahlawan di kawasan Kementerian Keuangan, Senin (12/11/2018).Kompas.com/Mutia Fauzia Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika ditemui awak media selepas Upacara Peringatan Hari Pahlawan di kawasan Kementerian Keuangan, Senin (12/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kondisi Indonesia, khususnya dari segi pertumbuhan ekonomi masih lebih baik ketimbang negara berkembang lainnya. Indonesia termasuk ke dalam negara G20 dengan pertumbuhan ketiga tertinggi di bawah China dan India.

Oleh karena itu, kata dia, jika ingin membuat perbandingan, sebaiknya Indonesia disandingkan dengan negara yang setara pertumbuhannya.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto pernah menyebut Indonesia sama miskinnya dengan negara-negara kecil, seperti Haiti. Sri Mulyani mengatakan, perbandingan tersebut tidak apple to apple alias tidak sebanding.

"Dia (Haiti) termasuk (negara) low income (berpendapatan rendah) dan vulnarable (rentan). Tidak comparable, jauh banget," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Baca juga: Benarkah Ekonomi Indonesia Setara Haiti? Ini Data Bank Dunia

Sri Mulyani mengatakan, dirinya pernah dua kali berkunjung ke Haiti sewaktu masih menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Haiti merupakan negara kecil di pulau Karibia. Perekonomiannya sempat hancur akibat gempa dan tsunami.

Sementara di Indonesia, sudah beberapa kali mengalami bencana dan tsunami, roda ekonomi masih bergerak. Bencana tak menekan kondisi perekonomian Indonesia

"Jadi adoh (jauh) lah jarak dan perbandingannya," jelas Sri Mulyani.

Jika dibandingkan dengan Singapura, Indonesia kalah dari sisi pendapatan per kapita. Namun, kata Sri Mulyani, harus dilihat juga dari sisi demografinya.

Penduduk di Singapura hanya 5 juta, adapun Indonesia lebih dari 250 juta. Luas wilayah Singapura berada di satu daratan, sementara Indonesia terdiri dari kepualaun sehingga banyak infrastruktur yang perlu dibangun.

"Income per kapita kita dengan Singapura jauh, tapi tantangan kita jauh lebih besar. Kalau menggunakan kebijakan Singapura bisa kalau buat benchmarking saja," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Kuartal IV 2018, Pertumbuhan Ekonomi Singapura Hanya 2,2 Persen

Sebelumnya diberitakan, Prabowo sebelumnya menyebut Indonesia setingkat dengan negara-negara miskin di Afrika seperti Rwanda, Haiti, dan negara-negara di pulau kecil lainnya.

Pernyataan tersebut dilontarkan Prabowo saat menghadiri acara Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Jalan Ronggowarsito, Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/12/2018).

"Kita (Indonesia) setingkat dengan negara miskin di Benua Afrika, ada Rwanda, Haiti dan pulau-pulau kecil Kiribati, yang kita tidak tahu letaknya di mana," ujar Prabowo, seperti dikutip dari Tribunnews.com.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X